Fokus Jateng – SURAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari Sukoharjo. Bupati Sukoharjo Etik Suryani dikabarkan terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis 9 Juli 2026. Bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Etik menjalani pemeriksaan tertutup hingga dini hari di Mapolresta Surakarta sebelum akhirnya meninggalkan lokasi dengan pengawalan aparat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, selain Etik, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo turut diamankan dalam operasi tersebut. Namun hingga Jumat 10 Juli 2026 pagi, KPK belum mengumumkan secara resmi perkara yang melatarbelakangi operasi tersebut maupun status hukum para pihak yang diperiksa.
Berdasarkan pantauan di Mapolresta Surakarta, pemeriksaan oleh penyidik KPK berlangsung secara tertutup di lounge lantai dua Gedung 1 sejak Kamis petang. Kapolresta Surakarta Komisaris Besar Catur Cahyono Wibowo terlihat mengawal langsung jalannya pemeriksaan, namun enggan memberikan keterangan kepada awak media.
Sejumlah wartawan menunggu perkembangan pemeriksaan sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari. Sekitar pukul 04.20 WIB, beberapa petugas terlihat membawa koper berwarna hijau ke lantai dua gedung menggunakan lift.
Sekitar pukul 05.42 WIB, Etik Suryani keluar dari lift menuju lantai satu. Ia mengenakan jaket, kerudung hitam, dan masker hitam. Saat dihampiri wartawan, Etik memilih bungkam dan bergegas menuju bus yang telah menunggu di depan gedung.
Tak lama kemudian, Etik bersama sejumlah pejabat lainnya meninggalkan Mapolresta Surakarta dengan pengawalan aparat sekitar pukul 05.50 WIB. Hingga rombongan bertolak, belum ada penjelasan resmi dari KPK mengenai tujuan selanjutnya maupun kemungkinan para pihak yang diperiksa dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo juga belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang dikirimkan sejak Kamis malam.
Etik Suryani menjabat sebagai Bupati Sukoharjo untuk periode 2025–2030 setelah kembali memenangkan Pilkada 2024 bersama Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo. Pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan Gerindra itu meraih 319.923 suara atau 66,76 persen, mengalahkan kotak kosong. (ANur/**)
