Tekan Kebocoran PAD, Latri Listyowati Dorong Penerapan E-Retribusi dan Pendataan Ulang PKL di Karanganyar

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Ketua Komisi B DPRD Karanganyar, Latri Listyowati, yang akrab disapa “Srikandi Podium”, menegaskan komitmennya untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi sistem retribusi. Dalam keterangannya, Latri mendorong penerapan E-Retribusi guna meminimalisir potensi kebocoran anggaran.

Digitalisasi Melalui QRIS dan Kerja Sama Bank Jateng

Latri mengungkapkan bahwa langkah nyata digitalisasi ini akan segera direalisasikan mulai pekan ini melalui kerja sama dengan Bank Jateng. Sistem pembayaran retribusi nantinya akan menggunakan platform non-tunai, yakni QRIS.

“Kami mendorong pemerintah untuk menggunakan E-Retribusi. Kerja sama dengan Bank Jateng sudah siap, sistemnya pakai QRIS. Ini harus dilakukan agar potensi kenaikan PAD jauh lebih signifikan dan menjaga dari kebocoran anggaran,” ujar Latri.

Rencananya, uji coba atau realisasi awal sistem E-Retribusi ini akan dimulai pada Kamis pekan ini, menyasar sejumlah titik keramaian seperti:

  • Taman Pancasila

  • Alun-Alun Karanganyar

  • Stadion 45

  • Sepanjang Jalan Lawu Papahan

Pendataan Ulang PKL untuk Target yang Lebih Realistis

Selain sistem pembayaran, Latri juga menyoroti pentingnya pendataan ulang Pedagang Kaki Lima (PKL). Saat ini, data yang tercatat menunjukkan sekitar 400-an PKL di empat lokasi utama, namun jumlah di lapangan diyakini jauh lebih besar.

Berdasarkan data historis, target retribusi PKL berada di angka:

  • Tahun 2024: Rp90 juta

  • Tahun 2025 & 2026: Rp91 juta

Meskipun target tersebut selalu tercapai, Latri menilai pembaharuan data sangat krusial agar potensi pendapatan lebih akurat. “Kami mendorong seluruh PKL didata kembali (update data). Dengan data yang riil, kita bisa memonitor jumlah pastinya, sehingga target retribusi bisa bertambah,” tambahnya.

Optimisme Kenaikan PAD

Langkah ini tidak hanya menyasar sektor PKL, tetapi juga akan diperluas ke sektor pajak restoran dan rumah makan yang belum terdaftar sebagai wajib pajak. Latri optimis bahwa dengan beralih ke sistem elektronik (E-Retribusi), transparansi anggaran di Kabupaten Karanganyar akan semakin baik, mengikuti jejak kabupaten/kota lain yang telah sukses menerapkannya. ( bre suroto )