DPRD Karanganyar Soroti Krisis Guru dan Sekolah Rusak, 31 SD Butuh Perbaikan Mendesak!

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Sektor pendidikan di Kabupaten Karanganyar mendapat rapor merah dari legislatif. Dalam Sidang Paripurna internal terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025, Senin (20/4), DPRD menyoroti dua masalah kronis: infrastruktur yang memprihatinkan dan darurat kekurangan tenaga pendidik.

Ketua Pansus II DPRD Karanganyar, Suyono, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus berhenti menutup mata terhadap kondisi fasilitas pendidikan, terutama yang berada di zona merah bencana.

Sekolah di Zona Rawan Longsor Jadi Prioritas

Berdasarkan data yang dihimpun Pansus II, terdapat puluhan bangunan sekolah yang kondisinya sudah tidak layak dan mengancam keselamatan kegiatan belajar mengajar (KBM).

  • SD: 31 Sekolah membutuhkan perbaikan segera.

  • SMP: 4 Sekolah dalam kondisi memprihatinkan.

“Masih ada sekolah dengan kondisi bangunan memprihatinkan, bahkan berada di wilayah rawan tanah longsor. Ini harus menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan siswa dan guru,” ujar Suyono tegas di hadapan peserta sidang.

Kekurangan Ribuan Guru: Solusi Kontrak Dinilai Tak Cukup

Selain fisik bangunan, sektor sumber daya manusia (SDM) juga mengalami defisit besar. DPRD mencatat Karanganyar masih kekurangan lebih dari 1.200 tenaga pendidik untuk jenjang dasar dan menengah.

Data Kekurangan Guru di Karanganyar:

Jenjang Pendidikan Jumlah Kekurangan Guru
Sekolah Dasar (SD) 961 Orang
Sekolah Menengah Pertama (SMP) 243 Orang
Total Defisit 1.204 Orang

DPRD mengkritik kebijakan rekrutmen tenaga pengajar kontrak tahunan yang selama ini menjadi “tambal sulam” kekurangan tersebut. Menurut legislatif, skema ini bukan solusi jangka panjang untuk menjamin kualitas pendidikan yang berkelanjutan.

Anggaran Prestasi Siswa Masih Minim

Tak hanya soal infrastruktur dan guru, DPRD juga menyinggung lesunya dukungan finansial bagi siswa berprestasi. Minimnya anggaran untuk mengikuti lomba-lomba dinilai mematikan daya saing pelajar Karanganyar di level provinsi maupun nasional.

Rekomendasi Utama DPRD untuk Pemkab Karanganyar:

  1. Peningkatan Anggaran: Fokus pada renovasi sekolah rusak dan rawan bencana.

  2. Pemenuhan SDM: Mencari formulasi tetap untuk mengatasi kekurangan ribuan guru.

  3. Dukungan Prestasi: Menambah alokasi dana untuk kegiatan perlombaan dan pengembangan bakat siswa.

“Kami mendesak pemerintah daerah untuk lebih fokus. Langkah konkret harus segera diambil agar kualitas pendidikan di Karanganyar tidak tertinggal,” pungkas Suyono. ( gr/ bre )