Fokus Jateng-SOLO – Peta minat calon mahasiswa di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya program studi Kedokteran dan Psikologi selalu mendominasi, kini posisi teratas justru ditempati Program Studi Sarjana Terapan (D4) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Pada Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, D4 K3 UNS mencatat jumlah pendaftar tertinggi dibandingkan prodi lain. Rektor UNS, Hartono, mengungkapkan bahwa animo terhadap prodi ini melonjak tajam hingga mencapai 5.582 pendaftar, sementara kuota yang tersedia hanya 41 kursi.
“Jumlah pendaftar mencapai 5.582 orang, sementara yang diterima hanya 41 orang. Tingkat keketatannya sekitar 0,73 persen,” ujar Hartono saat konferensi pers monitoring dan evaluasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di UNS, Selasa 21 April 2026.
Di posisi kedua, terdapat D4 Keperawatan Anestesiologi yang pada tahun sebelumnya menjadi jurusan paling diminati. Selanjutnya, peringkat peminat terbanyak diisi oleh D4 Manajemen Bisnis, D3 Farmasi, dan D3 Manajemen Administrasi.
Menurut Hartono, perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi calon mahasiswa yang kini lebih mempertimbangkan prospek kerja serta kebutuhan industri. “Beberapa tahun lalu, Kedokteran dan Psikologi selalu mendominasi. Sekarang mulai bergeser,” katanya.
Meski bukan yang paling diminati, D4 Keperawatan Anestesiologi justru menjadi program studi dengan tingkat persaingan paling ketat. Dari total 4.766 pendaftar, hanya 23 orang yang diterima, dengan rasio sekitar 0,8 persen.
Fenomena meningkatnya minat pada program vokasi seperti K3 menandai tren baru dalam dunia pendidikan tinggi, di mana orientasi terhadap dunia kerja semakin menjadi pertimbangan utama calon mahasiswa.
Sementara itu, UNS juga menjadi salah satu lokasi pelaksanaan UTBK 2026 dengan total peserta mencapai 26.981 orang. Ujian berlangsung pada 21 hingga 29 April 2026 dan terbagi dalam 18 sesi di berbagai lokasi kampus.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, pihak kampus menyiapkan lebih dari 1.500 unit komputer di setiap sesi, lengkap dengan perangkat cadangan. Pengawasan juga dilakukan secara ketat guna mencegah potensi kecurangan.
“Prosedur pengamanan kami lakukan sejak peserta masuk hingga pelaporan hasil ujian,” jelas Hartono.
UNS juga memastikan akses bagi peserta disabilitas. Tahun ini, tercatat 12 peserta penyandang disabilitas mengikuti UTBK, terdiri dari tuna netra, tuna daksa, dan tuna rungu.
Pada hari pertama pelaksanaan, sesi awal UTBK di UNS diikuti 1.478 peserta atau sekitar 97,9 persen dari total peserta terdaftar. Sebanyak 32 peserta atau 2,1 persen tercatat tidak hadir.
“Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan UTBK di UNS. Semoga semua berjalan lancar,” tutup Hartono. (Anur/**)
