Siswa SMKN 1 Plupuh Lestarikan Budaya Lewat Lomba Mewiru Jarik di Hari Kartini

Fokus Jateng -SRAGEN – Peringatan Hari Kartini di SMKN 1 Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, diisi dengan cara yang berbeda. Puluhan siswa dan siswi mengikuti lomba mewiru jarik, sebuah kegiatan yang mengangkat nilai keindahan sekaligus ketelatenan dalam budaya Jawa.

Suasana sekolah tampak hangat dan kental dengan nuansa tradisi. Para peserta mengenakan busana adat Jawa sambil membawa kain jarik yang akan mereka wiru dengan rapi. Dengan penuh konsentrasi, mereka melipat kain demi lipatan kecil yang dituntut simetris dan serasi.

“Seru dan menantang, ternyata tidak mudah membuat lipatan yang rapi. Jadi harus presisi dan sabar saat melipatnya,” ungkap salah satu peserta Miska Aurelia.

Ia menyebutkan titik kesulitan berada pada setiap lipatan harus rapi dan sama pada jarik.

Sesekali, peserta nampak berhenti untuk merapikan hasil lipatan agar tetap presisi. Aktivitas ini bukan sekadar lomba, melainkan upaya sekolah untuk mendekatkan generasi muda dengan budaya lokal yang mulai jarang dipraktikkan.

“Lewat kegiatan ini, kami ingin siswa lebih mengenal dan mencintai budaya sendiri,” kata Kepala Sekolah, Eka Lelana.

Ia menjelaskan, Wiru jarik yang dilombakan kali ini khas Jogja, yang berbeda dengan wiru khas Solo.

Melalui lomba ini, siswa diajak memahami bahwa di balik sehelai kain terdapat nilai ketekunan, kesabaran, dan estetika yang perlu dijaga. Suasana keakraban pun terlihat di antara peserta yang saling memberi semangat.

Sementara itu, dewan juri melakukan penilaian secara teliti. Aspek kerapian, kecepatan, dan konsistensi lipatan menjadi indikator utama dalam menentukan pemenang.

“Penilaiannya memang detail, karena sedikit saja berbeda bisa terlihat. Selain kecepatan kerapian lipatan juga menjadi aspek penilaian kami” jelas salah satu juri lomba, Umi Kadarwati.

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap nilai-nilai perjuangan dan semangat Kartini dapat terus hidup di kalangan generasi muda, khususnya dalam menjaga dan melestarikan budaya bangsa. (ANur/**)