Sentuhan Hangat dari Semin: Ratusan Warga Gunungkidul Serbu Layanan Pengobatan Alternatif Gratis

FOKUSJATENG.COM, GUNUNGKIDUL – Suasana di Kapanewon Semin, Gunungkidul, tampak berbeda pada Minggu (19/4/2026). Ratusan warga dari berbagai dusun berbondong-bondong memadati lokasi bakti sosial (baksos) yang digelar oleh Yayasan Suket Lawu Mawiji. Bukan sekadar pertemuan biasa, kehadiran mereka adalah untuk menjemput kesembuhan melalui layanan pengobatan alternatif gratis.

Kegiatan ini menjadi angin segar sekaligus terobosan baru dalam pelayanan publik di wilayah tersebut. Menggandeng UPT Puskesmas Semin 1 dan pemerintah setempat, yayasan ini menghadirkan perpaduan unik antara medis modern dan tradisi penyembuhan komplementer.

Pilihan Terapi yang Beragam

Warga yang hadir tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan biasa. Berbagai metode penyembuhan tersedia secara cuma-cuma, di antaranya:

  • Pijat dan Totok Saraf untuk kebugaran otot dan saraf.

  • Terapi Bekam yang menjadi favorit banyak warga.

  • Hipnoterapi bagi mereka yang membutuhkan relaksasi mental.

  • Konsultasi Medis & Non-Medis untuk solusi kesehatan menyeluruh.

Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Ketua Yayasan Suket Lawu Mawiji Cabang Gunungkidul, Syaiful, mengungkapkan bahwa tingginya animo masyarakat menjadi bukti nyata bahwa metode pengobatan tradisional masih memiliki tempat di hati warga.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan akses kesehatan tanpa terkendala biaya. Faktanya, banyak warga yang merasa cocok dengan metode tradisional, sehingga kami hadir untuk memfasilitasi pelayanan kesehatan tersebut secara gratis,” ujar Syaiful.

Komitmen serupa disampaikan oleh Ketua Umum Yayasan Suket Lawu Mawiji, Handoko. Ia menegaskan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar program sekali jalan, melainkan akan diupayakan menjadi program berkelanjutan yang menjangkau wilayah lebih luas.

Apresiasi Pemerintah: “Badan Terasa Lebih Segar”

Hadir mewakili Penewu Semin, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Semin, Suheru, M.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia mengaku terkesan karena ini adalah pertama kalinya kegiatan pengobatan alternatif skala besar hadir di wilayahnya.

Bahkan, Suheru menyempatkan diri untuk merasakan langsung manfaat terapi yang disediakan.

“Ini adalah kali pertama kegiatan seperti ini digelar di Kapanewon Semin. Respons masyarakat luar biasa. Saya sendiri sudah mencoba terapinya; awalnya merasa lemas, namun setelah diterapi badan terasa jauh lebih segar,” ungkap Suheru dengan raut wajah puas.

Rencana Menjadi Agenda Rutin

Melihat dampak positif yang instan dan partisipasi aktif dari berbagai dusun, pihak pemerintah setempat menyarankan agar kolaborasi ini terus berlanjut. Harapannya, layanan kesehatan gratis ini bisa diagendakan secara rutin, termasuk menyasar momentum besar seperti peringatan Hari Kemerdekaan mendatang.

Melalui sinergi antara yayasan, tenaga medis, dan pemerintah, diharapkan derajat kesehatan warga Semin dapat meningkat secara inklusif tanpa ada yang merasa terpinggirkan secara ekonomi. ( rls/ bre )