Tragedi Usai Sahur di Tawangmangu Karanganyar : Niat Pulang ke Solo, Ayah dan Anak Meninggal Akibat Rem Blong

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Sebuah momen hangat keluarga yang baru saja menikmati sahur bersama di kawasan sejuk Tawangmangu berakhir duka mendalam. Kecelakaan tunggal merenggut nyawa seorang ayah dan buah hatinya di jalur Solo–Tawangmangu, Senin (9/3) dini hari.

Insiden memilukan ini terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, tepat saat fajar mulai menyingsing di depan bangunan SPPG Tawangmangu.

Momen Terakhir Bersama Keluarga

Keluarga Anton Purnomo (44), warga Kampung Sewu, Jebres, Solo, awalnya berniat menghabiskan waktu berkualitas dengan menginap di sebuah villa. Setelah menyantap sahur bersama istri dan kedua anaknya, mereka memutuskan untuk bertolak pulang ke Solo menggunakan sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AD-5993-ZA.

Namun, takdir berkata lain. Saat melintasi jalanan menurun yang cukup curam, kendaraan yang mereka tumpangi diduga mengalami rem blong. Motor melaju tak terkendali hingga akhirnya menghantam tembok bangunan SPPG di pinggir jalan.

“Kelihatannya satu keluarga, satu kendaraan. Jadi satu anak di depan, satunya di belakang bonceng dengan ibu,” ujar Trisno, salah seorang relawan yang berada di lokasi kejadian.

Duka di Pagi Buta

Benturan keras tersebut membawa dampak fatal:

  • Korban Meninggal: Anton Purnomo (Ayah) dan salah satu anaknya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis.

  • Korban Luka: Sang istri dan satu anak lainnya kini tengah berjuang pulih di bawah penanganan tim medis.

Kanit Laka Satlantas Polres Karanganyar, Ipda Faham Rosyadi, mengonfirmasi kabar duka tersebut. “Iya, dua orang meninggal, bapak dan anak dalam kejadian tersebut,” ungkapnya singkat.

Penyidikan Masih Berjalan

Hingga saat ini, pihak Satlantas Polres Karanganyar masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi para pengendara untuk selalu memastikan kondisi pengereman kendaraan, terutama saat melintasi jalur pegunungan yang didominasi turunan tajam. ( bre / gdr)