BRIN dan Komisi X DPR RI Gelar Sosialisasi Riset di Karanganyar, Tekankan Peran Koperasi sebagai Soko Guru Ekonomi

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Anggota Komisi X DPR RI melaksanakan kegiatan sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan riset dan inovasi. Acara yang berlangsung di Hotel Tamansari, Karanganyar Kota pada Senin (9/3/2026) ini menyasar para pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) serta penggiat ekonomi desa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar Dapil IV Jawa Tengah (Karanganyar, Sragen, Wonogiri), Bapak Juliyatmono, serta Analis Pemanfaatan Iptek Ahli Madya Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Bapak Moh. Hamdani.

Dalam pemaparannya, perwakilan BRIN menekankan pentingnya sinergi antara riset teknologi dengan unit ekonomi kerakyatan seperti Koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ia menyebut bahwa di tengah tantangan ekonomi global, penguatan ekonomi berbasis komunitas adalah kunci.

“Koperasi adalah soko guru perekonomian Indonesia. Prinsip utamanya adalah gotong royong dan kekeluargaan. Penting untuk diingat bahwa keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan tanpa paksaan, karena tujuannya adalah kesejahteraan bersama, bukan sekadar profit individu,” ujar perwakilan BRIN di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, sosialisasi ini juga mendorong agar BUMDes dan Koperasi mulai mengadopsi hasil riset dan inovasi untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal. Dengan sentuhan teknologi dan manajemen yang berbasis data dari BRIN, diharapkan unit usaha desa tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga bersaing di pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan BRIN merupakan langkah strategis untuk mencerdaskan masyarakat dalam mengelola potensi daerah. Menurutnya, inovasi tidak harus selalu berupa teknologi tinggi yang rumit, namun bisa berupa cara-cara baru yang lebih efektif dalam mengelola koperasi dan UMKM agar lebih produktif.

Kegiatan ini diharapkan mampu memicu semangat baru bagi para pelaku usaha di wilayah Solo Raya, khususnya Karanganyar, untuk terus berinovasi dan memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui wadah koperasi yang sehat dan modern.

( bre )