Oleh : Irvani Saputri
Prodi Manajemen Unisri Surakarta
Fokus Jateng – SRAGEN– Transformasi digital menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan usahanya. Menjawab tantangan tersebut, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 99 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menginisiasi kegiatan sosialisasi bertema “Optimalisasi Facebook Marketplace serta WhatsApp Business sebagai Strategi Memperluas Jangkauan Pasar UMKM” di Desa Sambi Duwur, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Selasa 28 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan program kerja individu Irvani Saputri, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Slamet Riyadi, yang dilaksanakan bersama anggota Kelompok KKN 99 sebagai bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi digital.
Sosialisasi menghadirkan Farhan Adib Suryo, S.P., praktisi di bidang komunikasi pemasaran yang saat ini berkarier sebagai Marketing Communication Anaya Azana Boutique Hotel Tawangmangu sekaligus Founder & Creative Director Yayasan Sahabat Asa Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan pengalaman mengenai pentingnya strategi pemasaran digital bagi UMKM agar mampu bersaing di tengah perubahan perilaku konsumen.
Menurut Farhan, pelaku UMKM perlu mulai mengoptimalkan platform digital yang mudah diakses dan memiliki potensi pasar yang luas.
“Banyak pelaku usaha sebenarnya sudah memiliki produk yang berkualitas. Tantangan berikutnya adalah bagaimana produk tersebut dapat dikenal lebih banyak orang. Facebook Marketplace dan WhatsApp Business merupakan platform yang mudah digunakan dan mampu membantu UMKM membangun hubungan dengan pelanggan secara lebih efektif,” jelas Farhan.
Materi yang diberikan meliputi pemanfaatan Facebook Marketplace sebagai media promosi dan penjualan, penggunaan fitur-fitur WhatsApp Business, penyusunan katalog digital, teknik membuat foto produk yang menarik, hingga penyusunan deskripsi produk yang mampu meningkatkan minat calon pembeli.
Selain penyampaian materi, peserta juga diajak berdiskusi mengenai permasalahan yang mereka hadapi dalam mengembangkan usaha. Berbagai solusi praktis diberikan agar pelaku UMKM dapat mulai menerapkan strategi pemasaran digital sesuai dengan kondisi usahanya masing-masing.
Irvani Saputri selaku pelaksana program menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat selama pelaksanaan KKN.
“Sebagian besar pelaku UMKM di Desa Sambi Duwur sudah memiliki produk yang baik, namun pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran masih belum optimal. Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis agar mereka lebih percaya diri memasarkan produknya secara digital,” ujar Irvani.
Ia berharap materi yang diperoleh peserta tidak berhenti pada saat sosialisasi berlangsung, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan penjualan dan memperluas jaringan pemasaran produk lokal.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai strategi promosi, pelayanan pelanggan, hingga cara membangun kepercayaan konsumen melalui media digital.
Melalui program ini, Kelompok KKN 99 Universitas Slamet Riyadi berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas UMKM desa agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemanfaatan platform digital diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku usaha untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, yang diwujudkan melalui kolaborasi antara mahasiswa, praktisi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi digital. ( ist/**)
