Mahasiswa KKN UNISRI Dorong UMKM Desa Girimargo Tertib Kelola Keuangan melalui Pencatatan Keuangan Sederhana

Oleh : Naswa aulia rahmawati

Prodi Manajemen Unisri Surakarta

Fokus Jateng –  SRAGEN – Upaya meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta. Melalui program kerja individu, Naswa Aulia Rahmawati, mahasiswa KKN UNISRI yang bertugas di Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, menyelenggarakan sosialisasi bertajuk “Optimalisasi Pengelolaan Keuangan UMKM melalui Pencatatan Keuangan Sederhana.” Selasa 28 Juli 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman para pelaku UMKM mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik sebagai fondasi dalam mengembangkan usaha. Meskipun sebagian besar pelaku UMKM telah menjalankan usahanya selama bertahun-tahun, masih banyak yang belum melakukan pencatatan keuangan secara rutin sehingga kesulitan mengetahui kondisi usaha yang sebenarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Naswa Aulia Rahmawati memaparkan materi secara langsung kepada peserta. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dengan disertai contoh-contoh sederhana yang mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Materi diawali dengan penjelasan mengenai pentingnya pencatatan keuangan bagi UMKM. Peserta diberikan pemahaman bahwa pencatatan keuangan bukan sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran, melainkan menjadi alat untuk mengetahui perkembangan usaha, mengontrol arus kas, serta membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang tepat berdasarkan kondisi keuangan yang dimiliki.

Selain itu, peserta juga diajak memahami berbagai manfaat yang diperoleh apabila melakukan pencatatan keuangan secara konsisten. Di antaranya adalah mengetahui besarnya keuntungan usaha, memudahkan evaluasi usaha, mengontrol pengeluaran, serta menjadi dasar ketika ingin mengembangkan usaha maupun mengajukan permodalan kepada lembaga keuangan.

Sebaliknya, dijelaskan pula dampak yang dapat terjadi apabila pelaku UMKM tidak melakukan pencatatan keuangan. Tanpa adanya pencatatan, pelaku usaha sering kali tidak mengetahui apakah usahanya benar-benar memperoleh keuntungan atau justru mengalami kerugian. Kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan kesalahan dalam mengelola modal usaha karena seluruh transaksi hanya diingat tanpa adanya bukti pencatatan yang jelas.

Salah satu materi yang mendapatkan perhatian peserta adalah pentingnya memisahkan uang usaha dan uang pribadi. Dalam pemaparannya, Naswa menjelaskan bahwa mencampurkan kedua jenis keuangan tersebut dapat menyebabkan pelaku usaha kesulitan mengetahui jumlah modal yang dimiliki serta keuntungan usaha yang sebenarnya. Oleh karena itu, peserta dianjurkan untuk menyediakan tempat penyimpanan yang berbeda serta membiasakan mengambil keuntungan usaha secara terencana, bukan menggunakan uang usaha untuk memenuhi kebutuhan pribadi secara langsung.

Untuk memudahkan peserta memahami konsep keuntungan usaha, sosialisasi juga dilengkapi dengan simulasi perhitungan laba menggunakan rumus sederhana, yaitu menghitung selisih antara total pendapatan dengan total biaya yang dikeluarkan. Melalui contoh perhitungan tersebut, peserta dapat memahami cara mengetahui laba usaha secara praktis tanpa harus menggunakan sistem akuntansi yang rumit.

Tidak hanya teori, peserta juga diperkenalkan dengan contoh format buku kas sederhana yang berisi tanggal transaksi, keterangan, pemasukan, pengeluaran, dan saldo. Format tersebut dirancang agar mudah diterapkan oleh pelaku UMKM dalam mencatat aktivitas keuangan setiap hari.

Menjelang akhir kegiatan, Naswa memberikan beberapa tips agar pelaku UMKM dapat membangun kebiasaan mencatat keuangan secara konsisten. Di antaranya adalah mencatat setiap transaksi pada hari yang sama, menyimpan seluruh bukti transaksi, menetapkan waktu khusus untuk melakukan pencatatan setiap hari, serta melakukan evaluasi keuangan secara berkala agar perkembangan usaha dapat dipantau dengan lebih baik.

Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan para pelaku UMKM di Desa Girimargo semakin menyadari bahwa pencatatan keuangan sederhana merupakan langkah awal menuju pengelolaan usaha yang lebih profesional. Dengan administrasi keuangan yang tertata, UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing, mengambil keputusan usaha secara tepat, serta menciptakan keberlanjutan usaha di masa mendatang.

Program kerja ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi kepada masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi desa. Melalui transfer pengetahuan yang aplikatif, mahasiswa diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan sekaligus mendukung tumbuhnya UMKM yang lebih mandiri, tertib administrasi, dan siap berkembang mengikuti tantangan dunia usaha. ( ist/**)