Seorang pria di Winosamodro ditemukan gantung diri di pohon belakang rumahnya 

Polisi menunjukkan penemuan jenazah seorang pria meninggal dunia diduga akibat gantung diri disebuah pohon di Dukuh Banyurip, Desa Gunungsari, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, (Dok.pol/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng BOYOLALI,-Warga Dukuh Banyurip, Desa Gunungsari, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria meninggal dunia diduga akibat gantung diri disebuah pohon di belakang rumahnya pada Rabu 25 Februari 2026.

Korban diketahui bernama PW (32), warga setempat. Ia pertama kali ditemukan oleh mertuanya sekitar pukul 07.30 WIB saat hendak menuju kebun dan melihat korban sudah dalam posisi tergantung di pohon mangga di belakang rumahnya. Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan warga.

Warga bersama saksi segera menurunkan korban dan membawanya ke Puskesmas Wonosamodro. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya bekas jeratan di leher dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya setelah mendapat laporan warga, petugas segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti berupa seutas tali senar dan sepasang sandal milik korban.

“Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya pernah mencoba mengakhiri hidupnya dan diduga memiliki permasalahan rumah tangga,” katanya, Kamis 26 Februari 2026.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kehadiran cepat aparat kepolisian memastikan penanganan berjalan tertib, memberikan kepastian kepada keluarga, serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang di sekitarnya guna mencegah kejadian serupa.

“Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Kami mengajak siapa saja yang sedang menghadapi tekanan mental untuk tidak ragu bercerita kepada keluarga, teman, atau berkonsultasi dengan tenaga profesional,” pungkasnya. ( yull/**)