Tani Merdeka Karanganyar: Mengawal Ketahanan Pangan Melalui Aksi Nyata dan Solusi Air

FOTO : Arif Afianto Ketua DPD Tani Merdeka Karanganyar 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Di tengah tantangan sektor pertanian yang kian dinamis, DPD Tani Merdeka Karanganyar mengambil langkah konkret untuk memperkuat kedaulatan pangan di Bumi Intanpari. Di bawah komando Arif Afianto organisasi ini tidak hanya menjadi wadah aspirasi, tetapi juga menjadi penggerak solusi bagi para petani di lapangan.

Demplot Percontohan: Wajah Baru Pertanian Karanganyar

Salah satu terobosan utama yang kini tengah digarap adalah pembuatan demplot (area percontohan) tanaman. Proyek ini diproyeksikan menjadi role model bagi petani lokal agar bisa meningkatkan produktivitas dengan teknik yang lebih efisien.

“Kami ingin memberikan bukti, bukan sekadar teori. Demplot ini adalah laboratorium lapangan yang nantinya bisa ditiru oleh para petani untuk memperkuat ketahanan pangan di Karanganyar,” ujar Ketua DPD Tani Merdeka Karanganyar, Arif Afianto saat dihubungi via telpon

Perjuangan Akses Pupuk dan Evaluasi Inpres Sumur Dalam

Selain edukasi teknik tanam, Tani Merdeka tetap konsisten mengawal isu klasik petani: pupuk. Organisasi ini aktif mendampingi petani guna memastikan distribusi pupuk berjalan lancar dengan harga yang wajar dan terjangkau.

Namun, perhatian khusus kini tertuju pada ketersediaan air, terutama di lahan tadah hujan. Tani Merdeka memberikan catatan kritis terhadap implementasi Inpres Presiden terkait hibah sumur dalam. Menurut hasil evaluasi Tani Merdeka, penyerapan bantuan pada tahun 2025 dinilai kurang maksimal karena kendala akurasi data.

Untuk itu, Tani Merdeka Karanganyar kini mengambil langkah proaktif:

  • Pendampingan Dinas Terkait: Mendorong dinas untuk memperbarui pendataan kelompok tani secara akurat.

  • Target Tepat Sasaran: Memastikan bantuan sumur dalam jatuh ke tangan petani yang benar-benar membutuhkan air di musim kering.

  • Advokasi Kebijakan: Memastikan anggaran pusat terserap 100% untuk kesejahteraan petani lokal.

Ketahanan Pangan Mulai dari Halaman Rumah

Tak hanya menyasar lahan persawahan yang luas, Arif Af dan timnya juga merambah ranah domestik. Tani Merdeka gencar mensosialisasikan pentingnya ketahanan pangan keluarga.

Masyarakat diajak untuk memanfaatkan sejengkal tanah di halaman rumah mereka. Dengan menanam sayuran dan tanaman pangan mandiri, diharapkan setiap rumah tangga memiliki “lumbung hidup” yang bisa diandalkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Melalui sinergi antara teknologi (demplot), pengawasan kebijakan (sumur dalam), dan pemberdayaan masyarakat (pemanfaatan pekarangan), Tani Merdeka Karanganyar optimis bahwa krisis pangan bisa dicegah mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. ( bre suroto )