RAT KUD Musuk ditunda hingga waktu yang akan ditentukan kemudian

Fokus Jateng-BOYOLALI , – Konflik  Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Unit Desa (KUD) Musuk  menyebabkan roda organisasi sempat beku, agenda penting berupa pemilihan pengurus baru belum membuahkan hasil.

Dalam RAT yang digelar Selasa 14 April 2026 di pelataran kantor setempat, dihadiri sekitar 600 anggota itu semula diagendakan untuk melengkapi struktur kepengurusan, mulai dari ketua, sekretaris hingga badan pembina. Akan tetapi, proses pemilihan ketua berjalan alot menyusul munculnya perbedaan pandangan di antara anggota.

Perdebatan yang berlangsung cukup panjang membuat forum tidak mencapai titik temu. Akhirnya, panitia bersama pengurus memutuskan menunda pemilihan dan penetapan pengurus baru hingga waktu yang akan ditentukan kemudian.

Informasi yang terhimpun, tiga nama yang mencuat sebagai kandidat yakni Widi, mantan Kepala Bagian Umum KUD, Suharto yang pernah menjabat sebagai Badan Pembina, serta Untung, Kepala Desa Jemowo, Kecamatan Tamansari.

Nama Untung menjadi sorotan karena masih berstatus kepala desa aktif. Kondisi tersebut memicu penolakan dari mayoritas anggota yang menilai adanya potensi konflik kepentingan. Apalagi, yang bersangkutan juga diketahui berperan sebagai pembina Koperasi Desa Merah Putih di wilayahnya.

Saat ini, posisi ketua masih kosong sejak wafatnya ketua sebelumnya, Sri Kuncoro, pada pertengahan 2025 lalu, setelah memimpin selama kurang lebih 23 tahun.

Salah satu anggota, yang akrab disapa Mas D, berharap proses pemilihan ke depan dapat menghasilkan pemimpin yang benar-benar memperjuangkan kepentingan anggota.

“Kami ingin ketua yang jujur, tegas, dan berani memperjuangkan hak-hak anggota,” ucapnya. ( ist/**)