Korem 074/Warastratama Surakarta Gunakan Energi Surya, Hemat Listrik hingga 70 Persen

Komandan Korem 074/Warastratama, Kolonel Infanteri Muhammad Arry Yudistira (dua dari kanan) menjelaskan penggunaan solar panel atau panel surya yang dinilai bisa menghemat biaya listrik bulanan hingga 30–70 persen, Rabu, 15 April 2026. (Thia/Fokusjateng.com)

Fokusjateng.com-SURAKARTA-Komando Resor Militer (Korem) 074/Warastratama Surakarta mulai beralih memanfaatkan energi surya sebagai sumber listrik alternatif. Langkah ini dilakukan untuk menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara.

Komandan Korem 074/Warastratama, Kolonel Infanteri Muhammad Arry Yudistira, menyampaikan bahwa penggunaan solar panel atau panel surya mampu menghemat biaya listrik bulanan hingga 30–70 persen di setiap titik pemasangan.

Ia mencontohkan, sebelumnya konsumsi listrik di kantor Korem mencapai sekitar Rp 3 juta per bulan. Setelah penggunaan energi surya, pengeluaran tersebut dapat ditekan menjadi sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per bulan.

“Kalau dirata-rata, penghematan bisa sekitar Rp 1,5 juta per bulan. Dalam satu tahun sudah mencapai Rp 18 juta per titik. Kalau ada dua titik, berarti Rp 36 juta,” ujar Yudistira saat peluncuran solar panel di Makorem 074/Warastratama Surakarta, Rabu 15 April 2026.

Saat ini, panel surya telah terpasang di dua titik di lingkungan Makorem, masing-masing terdiri dari 12 unit panel dengan kapasitas total 54 kWh. Setiap gedung dilengkapi inverter tersendiri karena sistem kelistrikan menggunakan meteran terpisah.

Menurut Yudistira, investasi awal pemasangan panel surya diperkirakan mencapai titik impas atau break even point (BEP) dalam waktu 7 hingga 8 tahun. Sementara usia pakai panel dapat mencapai 25 tahun, sehingga penghematan dapat dinikmati hingga sekitar 17 tahun setelah balik modal.

Dalam skala lebih luas, ia memperkirakan potensi efisiensi yang signifikan. Jika terdapat enam titik pemasangan dalam satu Makorem, penghematan listrik bisa mencapai Rp 7 juta hingga Rp 8 juta per bulan atau sekitar Rp 96 juta per tahun.

“Kalau kita bulatkan sekitar Rp 100 juta per tahun, dalam 10 tahun bisa sampai Rp 1 miliar, itu baru satu Makorem,” katanya.

Yudistira menilai, jika penerapan energi surya dilakukan secara luas di seluruh kantor pemerintahan, maka penghematan anggaran listrik negara akan sangat besar. Dana tersebut dapat dialihkan untuk program yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat.

“Bayangkan kalau seluruh kantor pemerintah menggunakan solar sel, anggaran listrik bisa ditekan dan dialihkan untuk kepentingan masyarakat. Ini yang ingin kami dorong, tidak hanya efisiensi, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi,” jelasnya.

Selain aspek ekonomi, pemanfaatan energi surya juga berdampak positif bagi lingkungan. Penggunaan energi terbarukan ini dapat mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil seperti solar dan batu bara, sehingga turut menekan emisi gas rumah kaca dan polusi udara.

Ke depan, Korem 074/Warastratama Surakarta berencana menambah empat titik pemasangan panel surya di Makorem pada tahun ini. Selanjutnya, program tersebut akan diperluas ke seluruh Markas Kodim di wilayah Soloraya.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi pemerintah lainnya dalam mempercepat transisi energi bersih, sekaligus mendorong efisiensi anggaran dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. (Thia/**)