Dinkes Boyolali Ingatkan Masyarakat Waspada Ancaman Campak 

Fokus Jateng -BOYOLALI, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali memperketat pengawasan terhadap penyebaran penyakit campak (morbilli). Tercatat, sejak Januari hingga 31 Maret 2026, ditemukan sebanyak tiga kasus suspek campak yang menyerang anak-anak.

Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, FX Kristandiyoko, mengimbau masyarakat agar mewaspadai terkait penyakit campak yang masih menjadi ancaman. Mengingat jumlah kasus campak di Boyolali tahun 2025 mencapai 19 kasus.

“Untuk tahun 2025 ada 19 kasus suspek. Untuk 2026 ini sudah ada 3 kasus,” katanya. Selasa 14 April 2026.

Dijelaskan masyarakat sering kali tertukar antara campak dengan penyakit lain seperti cangkrangen (cacar air) atau Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit campak, atau yang akrab disebut gabagen oleh warga lokal, memiliki ciri khas berupa demam tinggi yang disertai ruam bintik kemerahan dan rasa gatal.

“Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Morbillivirus.” Bahaya penyakit campak tidak hanya karena gejalanya yang tidak menyenangkan, tapi juga karena komplikasi serius yang bisa terjadi, seperti infeksi telinga, pneumonia, ensefalitis, dehidrasi, kebutaan, dan kelahiran prematur atau keguguran pada ibu hamil.

“Risiko komplikasi ini lebih tinggi pada anak-anak yang belum divaksin, orang dewasa yang belum kebal, dan orang dengan sistem imun lemah,” jelas Kristandiyoko.

Untuk mencegah penyebaran campak, Dinkes Boyolali melakukan beberapa upaya, seperti edukasi dan promosi kesehatan tentang pentingnya imunisasi. Pencegahan campak yang paling efektif adalah melalui imunisasi campak, yaitu vaksin MR (Measles-Rubella) atau MMR (Measles-Mumps-Rubella).

“Vaksin ini diberikan dalam beberapa tahap, yaitu usia 9 bulan, 18 bulan, dan 5-7 tahun,” katanya.

Dinkes Boyolali juga mengimbau masyarakat untuk mengenali gejala campak, seperti demam dan ruam, dan segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala tersebut.

“Jika anak mengalami panas dan muncul bintik merah, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat agar segera mendapatkan perawatan,” ucapnya. ( yull/**)