Petani Lereng Merapi Boyolali Panen Tomat dan Cabai di Tengah Pandemi

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Sejumlah petani di kawasan lereng Gunung Merapi mengaku bersyukur atas hasil panen tanaman tomat dan cabai milik mereka. Mengingat ditengah kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid 19, panen tomat dan cabai kali ini melimpah.

“Panen tiap enam hari sudah bisa panen. Sudah diambil lima kali panen cabai. Sudah dapat 45 kilogram, harganya Rp 25.000 [per kilogram],” kata Nur Hidayah salah seorang petani cabai asal Desa Tlogolele, Kecamatan Selo.

Dia menambahkan, saat musim panen kali ini, dirinya mampu memanen 3.000 batang pohon cabai rawit dengan harga Rp 25.000 per kilogram.

Sementara data di Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali menyebut ketersediaan komoditas tomat dan cabai rawit di Kabupaten Boyolali dipastikan mencukupi. Hal tersebut dibuktikan dengan melimpahnya hasil panen petani kedua komoditas tersebut seperti yang dilakukan petani di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo pada Senin (7/6/2021).

Para petani setempat memanen tomat di lahan seluas 55 hektar. Setiap hektar terdapat 15.000 batang pohon tomat dan satu pohon mampu menghasilkan tiga hingga lima kilogram tomat.

“Jadi panennya bisa bertahap delapan hingga sepuluh kali, sekali panen 3,5 kuintal dan satu periode tanam tanam bisa menghasilkan 3,5 hingga empat ton,” ungkap Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto di sela kegiatan.

Dijelaskan, harga tomat di pasaran kini dihargai Rp 2.000 dan mampu memenuhi kebutuhan tomat se-Soloraya. Di sisi lain, petani cabai rawit di wilayah yang sama juga pada masa panen saat ini. Tanaman cabai pada lahan seluas 42 hektar, para petani mampu memanen hingga lima kali dalam satu musim tanam.

“Ketersediaan cabai untuk Boyolali aman-aman saja dan bisa mensuplai Soloraya. Khususnya komoditi cabai Boyolali menjadi penopang kebutuhan cabai se-Soloraya,” pungkasnya.