Perkuat Kompetensi Tendik, Kemendiktisaintek Gandeng UNS Gelar Workshop Nasional di Solo

Fokus Jateng -SOLO — Upaya pemerataan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan perguruan tinggi terus diperkuat pemerintah melalui peningkatan kapasitas Tenaga Kependidikan (Tendik). Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan workshop dan benchmarking yang digelar di Kota Solo.

Puluhan Tenaga Kependidikan (Tendik) dari berbagai perguruan tinggi mengikuti Workshop dan Benchmarking Analis Sumber Daya Manusia Aparatur (SDMA) pada hari ini Selasa 7 April 2026.

Kegiatan bertajuk Program Tendik Berdampak: Penguatan Kompetensi dan Profesionalisme Tahun 2026 ini berlangsung selama 6 hingga 10 April 2026.

Program tersebut merupakan inisiatif Direktorat Sumber Daya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

 

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNS, Muhtar, menjelaskan kegiatan ini sepenuhnya didanai melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kementerian. UNS sendiri menjadi satu dari delapan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, yang ditunjuk sebagai penyelenggara kegiatan serupa.

“Dari 78 perguruan tinggi, yang dipilih hanya delapan. Jadi tidak semua PTN dipilih, melainkan yang manajemen SDM-nya dinilai baik,” ujar Muhtar kepada wartawan usai acara.

Menurutnya, tujuan utama workshop ini adalah untuk mendorong pemerataan kompetensi Tenaga Kependidikan di seluruh Indonesia. Pemerintah, kata dia, tidak ingin lagi terjadi kesenjangan kualitas SDM antarperguruan tinggi, baik yang berstatus Satker, BLU, PTNBH, maupun swasta.

“Ke depan, kompetensi SDM harus merata. Mitra luar negeri tidak melihat status kampus, tetapi kualitas. Karena itu, kompetensi SDM perlu diseimbangkan di semua lini,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dalam arahannya menekankan pentingnya peran Tenaga Kependidikan dalam menunjang kualitas pendidikan tinggi.

Ia menyebut workshop ini bukan sekadar pelatihan rutin, tetapi menjadi fondasi dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang lebih baik dan berdaya saing.

“Tanpa kehadiran Tendik, sulit mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas. Peran mereka mungkin tidak selalu terlihat di depan, tetapi sangat strategis,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap kompetensi Tendik semakin meningkat sehingga mampu bekerja lebih profesional dan efisien dalam mendukung kemajuan perguruan tinggi di Indonesia. (ANur/***)