Mengenal Sosok Bagus Selo: Politisi “Asam Garam” yang Tetap Membumi di Karanganyar

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Dalam panggung politik Bumi Intanpari, nama Bagus Selo bukan sekadar deretan huruf di surat suara. Ia adalah potret politisi senior yang telah “kenyang makan asam garam”. Menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar selama dua periode berturut-turut, Bagus Selo tetap dikenal sebagai pribadi yang ramah, tidak neko-neko, dan senantiasa menempatkan diri sebagai kawan bagi siapa saja.

Di balik pembawaannya yang tenang dan jauh dari kesan kaku, tangan dingin Bagus Selo terbukti membawa perubahan signifikan. Sebagai nakhoda DPC PDI Perjuangan Karanganyar, ia berhasil menorehkan tinta emas pada Pileg 2024 lalu. Di bawah kepemimpinannya, perolehan kursi “Banteng Moncong Putih” di DPRD Karanganyar melonjak drastis, dari 13 kursi menjadi 15 kursi.

Tak berhenti di situ, fakta sejarah mencatat perannya yang krusial dalam Pemilukada lalu. Ia berhasil mengantarkan Rober Christanto memenangi kursi Bupati Karanganyar periode 2024–2029. Kini, dalam struktur kepengurusan partai, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu—sebuah posisi strategis yang membuktikan kapasitasnya sebagai ahli strategi lapangan.

Dari Podium Politik ke Arena Olahraga

Selain sibuk memimpin jalannya legislasi di gedung DPRD, Bagus Selo juga mengabdikan dirinya untuk memajukan dunia olahraga sebagai Ketua KONI Kabupaten Karanganyar. Di pundaknya, tersimpan harapan besar masyarakat agar Karanganyar mampu bicara banyak dan meraih prestasi gemilang dalam ajang Porprov tahun ini.

“Targetnya jelas, Karanganyar harus juara,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan dengan nada optimis namun tetap rendah hati.

Prinsip Samikna wa Atokna

Di kalangan internal partai, Bagus Selo dikenal sebagai sosok yang tidak pilih kasih. Ia merangkul semua kader dengan adil, tanpa membeda-bedakan kasta maupun jabatan. Baginya, kebersamaan adalah kunci kekuatan partai.

Meski secara fatsun politik internal, seorang anggota legislatif yang sudah menjabat lima periode di tingkat kabupaten selayaknya “naik kasta” ke tingkat provinsi, Bagus Selo tidak mau terburu-buru atau berambisi buta. Baginya, pengabdian adalah soal tugas dan mandat.

“Sebagai kader, saya menunggu perintah partai. Mau ditugaskan di mana saja, prinsipnya adalah samikna wa atokna—kami mendengar dan kami taat pada perintah partai,” tuturnya dengan kalem.

Bagi masyarakat Karanganyar, sosok Bagus Selo adalah contoh politisi yang tahu kapan harus bersikap tegas dan kapan harus merangkul. Ia memang tidak suka mencari konflik, namun ia juga bukan tipe orang yang lari jika konflik datang menghampiri demi membela kepentingan rakyat. Sosok yang bersahaja ini terus melangkah, menanti tugas selanjutnya dari partai sembari terus melayani warga di lereng Gunung Lawu. ( bre suroto )