Sisi Lain Anung Marwoko: Menenun Pengabdian Lewat Olahraga dan Aksi Kemanusiaan di Bumi Karanganyar 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Di balik keriuhan lobi politik dan ruang sidang DPRD Kabupaten Karanganyar, sosok Anung Marwoko tampil dengan pembawaan yang matang dan tenang. Pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Karanganyar dari Partai Golkar ini bukan sekadar politisi biasa; ia adalah sosok yang percaya bahwa pengabdian tidak melulu soal kursi kekuasaan, melainkan tentang bagaimana hobi bisa bertransformasi menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Olahraga: Dari Hobi Menuju Kontribusi Daerah

Bagi Anung, olahraga adalah napas kehidupan. Ia telah lama “makan asam garam” dalam pengelolaan organisasi keolahragaan di Bumi Intanpari. Tercatat, ia aktif sebagai pengurus PSSI Karanganyar dan pengurus cabang olahraga Bola Voli. Baginya, olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan jembatan untuk membangun karakter masyarakat.

“Olahraga itu hobi, tapi dari hobi ini saya berpikir bagaimana bisa memberi kontribusi positif untuk kabupaten dan masyarakat secara tidak langsung,” ujarnya saat dihubungi di sela-sela kegiatannya memantau penyegaran wasit se-Kabupaten Karanganyar, Rabu (8/4).

Visi Anung sederhana namun mendalam: memajukan olahraga berarti membangun pemuda yang sehat, sportif, dan berdaya saing. Melalui pembinaan wasit dan atlet, ia ingin memastikan ekosistem olahraga di Karanganyar terus berkembang dan profesional.

Politik Santun dan Lintas Batas

Di kancah politik, Anung dikenal sebagai sosok yang inklusif dan rendah hati. Karakter “sumeh” (ramah) dan komunikatif membuatnya disegani, bahkan oleh rekan-rekan dari lintas partai. Hal ini dibuktikan dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai salah satu pengurus inti PSSI Karanganyar di bawah kepemimpinan Rinto Subekti, yang notabene merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah.

Sikap profesional ini menunjukkan bahwa bagi Anung, kepentingan publik—terutama dalam memajukan sepak bola lokal—berada di atas sekat-sekat ideologi partai. Sinergi lintas bendera ini menjadi angin segar dalam dinamika politik Karanganyar yang harmonis.

Jejak Kemanusiaan: Khitan Gratis hingga Kursi Roda

Namun, jauh dari sorot lampu stadion atau podium rapat, sisi humanis Anung paling terlihat dalam aksi sosialnya yang konsisten. Ia secara rutin menyelenggarakan program khitanan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Tak berhenti di situ, perhatiannya terhadap kaum disabilitas dan lansia juga diwujudkan melalui pemberian bantuan kursi roda secara langsung kepada warga yang membutuhkan.

Langkah-langkah kecil namun berdampak besar ini membuat sosoknya terasa sangat dekat di hati konstituennya. Bagi Anung Marwoko, menjadi wakil rakyat adalah tentang hadir di saat warga membutuhkan—entah itu di lapangan bola, di tengah desa, maupun di kursi legislatif.

Di usianya yang matang, Anung terus membuktikan bahwa politik bisa dijalankan dengan cara yang asyik: lewat hobi yang ditekuni, komunikasi yang cair, dan empati yang terus terjaga. ( bre suroto )