KLATEN – Berbagai acara digelar umat Kristiani saat ibadah Jumat Agung guna memperingati wafatnya Yesus Kristus. Seperti Gereja Kristen Jawa (GKJ) Karangdowo, Klaten yang menggelar ibadah di Gunung Wijil, Jumat, 3 April 2026 pagi.
Dengan mengenakan dress code dominan warna hitam, tak kurang dari lima ratusan jemaat berkumpul di Gunung Wijil guna mengikuti liturgi peribadatan yang berlangsung tak biasanya.
Digelar lesehan dan menyatu dengan alam, rangkaian peribadatan tersebut mengusung tema pertobatan ekologis yang dikemas dalam nuansa teaterikal yang hening dengan tetap mempertahankan atmosfer nuansa Jawa. Ada cucuk lampah hingga arak arakan tujuh salib yang terbuat dari bambu.

Bertema pertobatan ekologis, begini penampakan ibadah Jumat Agung Gereja Kristen Jawa (GKJ) Karangdowo, Klaten di Gunung Wijil, Jumat, 3 April 2026 pagi dengan nuansa teaterikal. (credit-istimewa/Fokusjateng.com)
Dalam arak arakan salib bambu, ketujuh pemeran satu persatu mengeksplorasi perpaduan dialog monolog pendek dengan gestur koreografi yang mengalir.
Tak hanya itu, di tengah ibadah tersebut juga melibatkan anak-anak sekolah Minggu untuk menyampaikan pertobatan ekologis secara visual melalui sejumlah spanduk berisi imbauan untuk menjaga kelestarian alam.
Penggagas acara, Pdt Raditya Wisnu Pratama mengatakan, ibadah bukanlah pertunjukkan, ibadah Jumat Agung dengan mengusung semangat Pertobatan Ekologis.
“Salib, adalah tindakan dan perjuangan Tuhan Yesus yang mempersatukan semuanya, Allah bersatu dengan manusia dan ciptaan. Manusia yang fana dan rapuh diwakili kehadiran para perempuan dan prajurit Romawi, telah dipersatukan oleh pengorbanan Yesus,” ujar Raditya.
Dengan demikian, lanjutnya, seharusnya tidak ada lagi tindakan driskiminasi karena status sosial, atau karena pembedaan gender, serta eksloitasi terhadap alam, sebab melalui Yesus, semua telah dipersatukan, telah diberdayakan.
“Pertobatan Ekologis adalah jawaban kita atas kesediaan untuk memanggul salib, pemberi harapan,” pungkas pendeta nyentrik dan berambut gondrong ini.
Sebagaimana diketahui, hingga pekan ini umat Kristiani masih dalam suasana pra Paskah, Rabu Abu, Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi hingga Paskah yang digelar pada Hari Minggu berikutnya. ***
