Pedagang Mengeluh Bau dan Lalat, Komisi B DPRD Karanganyar Sidak Tumpukan Sampah di Pasar Jungke

FOKUSKATENG.COM. KARANGANYAR – Kondisi kebersihan di Pasar Jungke, Karanganyar, tengah menjadi sorotan tajam. Banyaknya keluhan pedagang terkait tumpukan sampah yang menimbulkan bau menyengat dan serbuan lalat memicu Komisi B DPRD Karanganyar untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Selasa (7/4/2026) pagi.

Ekonomi Terganggu, Omzet Pedagang Anjlok

Ketua Komisi B DPRD Karanganyar, Latri Sulistyowati, menegaskan bahwa sidak ini merupakan respons langsung atas laporan para pedagang yang merasa aktivitas ekonominya terganggu.

“Kami sengaja datang karena banyak pedagang mengeluhkan sampah di Pasar Jungke. Hal ini sangat mengganggu perekonomian mereka,” ujar Latri di sela-sela peninjauan.

Dampak buruk tumpukan sampah dirasakan langsung oleh para pedagang. Sukarsi, salah satu pedagang, mengeluhkan lingkungan pasar yang menjadi tidak sehat.

“Lalatnya ganggu, sampahnya numpuk. Selain bau, lalatnya sangat mengganggu,” keluhnya.

Senada dengan Sukarsi, Wiyatno mengaku kondisi ini memukul pendapatan pedagang, terutama pada momen krusial seperti Lebaran.

“Omzet kami menurun saat Lebaran. Kami berharap sampah diambil rutin, jangan sampai mengganggu kami dan pengunjung,” harapnya.

Kendala Anggaran dan Sarana yang Usang

Menanggapi keluhan tersebut, Lurah Pasar Jungke, Sri Hartoyo, menjelaskan bahwa akar masalahnya terletak pada keterbatasan sarana dan prasarana. Saat ini, kondisi kontainer sampah yang tersedia sudah tidak layak pakai.

“Kami sudah mengusulkan pengadaan kontainer baru ke dinas terkait. Sebelumnya kondisi masih kondusif, namun karena minimnya anggaran, kami terkendala peremajaan alat,” jelas Sri Hartoyo.

Persoalan ini ternyata bersifat sistemik. Plt Kepala Disdagperinaker Karanganyar, Nugroho, mengungkapkan bahwa masalah serupa terjadi di hampir seluruh pasar milik pemerintah daerah.

“Kami mengelola 18 pasar dan keluhannya sama, yakni sampah. Kami terus berupaya mencari solusi dan bantuan untuk pengadaan kontainer di masing-masing pasar,” kata Nugroho.

Solusi: Pemilahan Mandiri dan Target 30 Juli

Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menyiapkan langkah teknis. Perwakilan DLH, Sunarno, menyatakan pihaknya siap menerjunkan armada dan tenaga tambahan.

Namun, ia menekankan pentingnya perubahan pola pembuangan sampah. DLH menargetkan penghentian sistem open dumping (pembuangan terbuka) pada 30 Juli mendatang.

  • Aksi DLH: Membantu armada pengangkut dan tenaga kebersihan.

  • Kewajiban Pedagang: Melakukan pemilahan sampah secara mandiri sebelum dibuang.

  • Fasilitasi: Dinas siap memfasilitasi pengangkutan hasil pemilahan tersebut.

Tanggung Jawab Bersama

Di akhir sidak, Latri Sulistyowati mengingatkan bahwa sinergi adalah kunci utama di tengah keterbatasan anggaran. Ia mendorong adanya petugas khusus dan peningkatan kesadaran pedagang.

Nugroho juga meminta para pedagang untuk lebih proaktif menjaga wilayah mereka, termasuk berani menegur warga luar pasar yang membuang sampah sembarangan di area pasar.

“Sampah di pasar ini tanggung jawab kita semua. Kalau ada orang luar yang buang sampah sembarangan, tolong diingatkan,” pungkasnya. ( bre Suroto )