Sambangi SPBE Popongan Karanganyar,  Mas Luthfi: Gas Melon Aman Banget, Nggak Usah Borong!

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pasang badan menjamin stok LPG 3 kg atau “Gas Melon” di wilayahnya aman terkendali. Hal itu ia sampaikan langsung saat mampir mengecek stok di SPBE Popongan, Karanganyar, pada Rabu (8/4) siang.

Luthfi meminta warga Jateng nggak perlu panik apalagi sampai rebutan beli gas (panic buying). Pasalnya, setelah dicek, stok LPG subsidi kita saat ini tembus 14.833 metrik ton. Angka ini ternyata enam kali lipat lebih banyak dari kebutuhan biasanya.

“Stok kita itu enam kali lipat dari kondisi normal. Jadi, nggak ada alasan itu yang namanya langka,” kata Luthfi dengan santai namun tegas.

Yang Mampu Jangan Pakai Gas Melon!

Gubernur juga mengingatkan kalau gas subsidi ini punya aturan main yang jelas dalam Pergub Nomor 540 Tahun 2024. Intinya, Gas Melon cuma buat warga kurang mampu, petani kecil, nelayan, dan pelaku UMKM.

Ia menyentil unit usaha yang masih “curang” memakai gas rakyat kecil.

“Jangan sampai LPG subsidi malah dipakai buat usaha laundry atau perusahaan besar. Kita akan terus tertibkan itu,” tambahnya.

Sikat Penimbun dan Pengoplos

Bagi oknum yang coba-coba main api dengan menimbun atau mengoplos gas di tengah kebutuhan masyarakat, Luthfi memberikan peringatan keras. Ia sudah berkoordinasi dengan Satpol PP dan Kepolisian untuk tidak segan-segan menyeret pelaku ke jalur hukum.

“Yang cari kesempatan dalam kesempitan itu perbuatan tercela. Kita pidanakan, nggak pakai pandang bulu!” tegasnya.

Kabar Kuota Karanganyar Dipangkas? Itu Hoaks!

Di sisi lain, General Manager Pertamina Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, meluruskan kabar burung soal pengurangan kuota gas di Karanganyar. Ia memastikan kabar itu tidak benar.

Fanda menjelaskan bahwa:

  • Stok di pangkalan masih melimpah.

  • Harga di lapangan masih normal sesuai aturan, yakni Rp18.000.

  • Kiriman gas ke daerah-daerah tetap lancar jaya.

“Nggak ada itu pembatasan. Pesan kami cuma satu: gunakan secukupnya dan bijak,” pungkas Fanda.

Dengan stok yang melimpah dan pengawasan ketat dari pemerintah, warga Jawa Tengah diharapkan tetap tenang dan tidak termakan isu miring soal kelangkaan gas. ( bre suroto )