Membaca Arah Baru Disa Ageng Alifven: Memahat Kemandirian Bisnis di Tengah Pusaran Ormas dan Politik

Foto = Disa Ageng alifven saat bersama keluarga memghadiri acara silaturahmi dengan karyawannya

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Nama Disa Ageng Alifven kini semakin lekat dengan narasi perubahan di Bumi Intanpari. Sebagai putra sulung dari seorang tokoh politisi senior di Karanganyar, ekspektasi publik seringkali menempatkannya di panggung politik praktis. Namun, Disa memilih jalan yang lebih terjal namun membumi: membangun kemandirian melalui dunia wirausaha dan organisasi.

Baginya, didikan untuk menjadi pengusaha mandiri bukan sekadar warisan nilai, melainkan sebuah misi untuk membuktikan bahwa anak muda bisa berdikari dengan keringatnya sendiri.

Transformasi Stigma melalui Pemberdayaan

Di sela-sela kesibukannya mengelola berbagai lini bisnis, Disa mengemban amanah besar sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Karanganyar. Di bawah kepemimpinannya, ormas besar ini dibawa ke arah yang lebih progresif. Disa memiliki visi besar untuk mengikis stigma negatif yang selama ini kerap menempel pada organisasi kemasyarakatan.

Langkah konkretnya tidak melalui retorika, melainkan aksi nyata. Ia aktif menularkan ilmu bisnisnya kepada para anggota. Disa ingin setiap anggota ormas yang ia pimpin memiliki mentalitas pengusaha yang handal. Dengan berbagi strategi manajemen dan peluang usaha, ia mendorong transformasi ormas menjadi wadah pemberdayaan ekonomi yang produktif.

Dari Resto di Kemuning hingga Gurita Bisnis Lawu

Perjalanan bisnis Disa sendiri merupakan cermin dari proses belajar yang panjang. Ia memulai langkahnya dari titik nol saat mengelola Resto Segoro Ijo di Kemuning, sebuah tempat yang menjadi laboratorium pertamanya dalam memahami seluk-beluk manajemen.

Keberhasilan di sektor kuliner tersebut menjadi batu loncatan bagi ekspansi bisnis lainnya yang kini semakin maju dengan manajemen yang sehat. Disa kini mengelola Tenggir Park dan Swargaloka yang memperkuat sektor pariwisata daerah, hingga bisnis **Air Lawu** yang menyasar kebutuhan pokok masyarakat. Tak hanya itu, ia juga merambah bidang teknis melalui maintenance tower selular (Tower BTS) membuktikan fleksibilitasnya di berbagai medan industri.

Memilih Berdikari, Menunda Politik

Meski dukungan dan dorongan lingkungan untuk terjun ke politik praktis sangat kuat—terlebih mengingat latar belakang ayahnya sebagai politisi senior—Disa tetap teguh pada pilihannya saat ini. Fokusnya adalah mengasah insting bisnis dan mematangkan manajemen organisasi.

“Dorongan lingkungan memang memaksa saya untuk menjadi pengusaha yang handal. Saya percaya, sebelum kita memimpin masyarakat di jalur politik, kita harus mampu memimpin diri sendiri dan usaha kita hingga mandiri secara ekonomi,” ungkap Disa.

Menjadi Teladan Pengusaha Muda

Sikap Disa yang memilih fokus pada bisnis dan pemberdayaan anggota ormas ini memberikan warna baru bagi kepemudaan di Karanganyar. Ia membuktikan bahwa pengaruh seorang anak tokoh tidak harus digunakan untuk meraih kursi kekuasaan secara instan, melainkan untuk membuka lapangan kerja dan menebar manfaat ekonomi.

Di tengah sejuknya lereng Lawu, Disa Ageng Alifven terus melangkah. Ia adalah sosok pengusaha muda yang tidak hanya sibuk menghitung laba untuk diri sendiri, tetapi juga sibuk memastikan anggota organisasinya tumbuh menjadi pebisnis-pebisnis baru yang tangguh, sekaligus membuktikan bahwa kemandirian adalah jalan pengabdian yang paling nyata. ( bre suroto )