Pemkab Boyolali Pastikan  Harga Bahan Pokok Masih Stabil, jelang Puasa ini

Fokus Jateng-BOYOLALI,-Pemkab Boyolali memastikan harga sejumlah kebutuhan bahan pokok masyarakat masih dalam kondisi stabil. Hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, namun masih tergolong normal,  menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah ini.

“Hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan yakni Cabai Rawit Merah, Telur, serta Bawang Merah,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Boyolali, Purnawan Raharjo, Rabu 4 Februari 2026.

Kendati demikian, menurutnya, kenaikan beberapa komoditas tersebut masih normal. Dia mencontohkan, Cabai Rawit Merah mengalami kenaikan sebesar Rp 15 ribu, menjadi Rp 55 ribu perkilo, dibanding sebelumnya diharga Rp 40 ribu perkilo.

Sedangkan bawang merah naik Rp 3 ribu perkilo, dari sebelumnya Rp 35 ribu perkilo, menjadi Rp 38 ribu perkilo. Serta telur naik dari Rp 26 ribu menjadi Rp 27 ribu perkilo.

“Ada kenaikan, tapi tidak signifikan. yang merangkak naik itu utamanya cabai, beberapa hari ini cenderung naik,” imbuhnya.

Menurutnya, kenaikan harga beberapa komoditas tersebut sebab didukung adanya tradisi Nyadran sebelum puasa di Boyolali, yang mengakibatkan permintaan beberapa komoditas naik.

Dijelaskan, harga bahan pokok dipasaran untuk saat ini, masih cenderung aman. Berbeda dengan permintaan saat perayaan Nataru lalu.

“biasanya dari waktu-waktu sebelunya itu, (Kenaikan) pas menjelang Ramadhan, itu pasti ada beberapa komoditas yang permintaan nya cukup tinggi. Pasti permintaan meningkat, jadi ada kenaikan. Seperti telur, daging, tapi ini masih stabil. Tapi ini masih dalam tahap wajar.” ujarnya.

Purnawan memastikan distribusi bahan pangan di wilayah Boyolali  terhitung normal sehingga tidak berdampak pada pasokan maupun harga di pasar.

“Distribusi dari distributor aman. Tidak ada gangguan pasokan ke  Boyolali,” pungkasnya. (yull/**)