Karena Dendam, Pria di Boyolali dikeroyok 9 orang hingga luka berat

Fokus Jateng-BOYOLALI,-Seorang remaja berinisial ZA dikeroyok dikawasan Sempu Andong, hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Enam orang ditangkap polisi.

“Penganiayaan ini dilakukan oleh 9 tersangka. Ada 6 berhasil kita amankan dan 3 tersangka masih DPO,” kata Kapolres Boyolali, AKBP Rosyid Hartanto, dalam rilisnya, Rabu 3 Desember 2025.

Pengeroyokan itu terjadi di Dukuh Sempu, RT 019, RW 005, Desa Sempu, Kecamatan Andong, pada Jumat dini hari, sekira pukul 03.00 WIB, tanggal 21 November 2025 lalu. Akibat pengeroyokan itu korban mengalami luka cukup parah di bagian kepala. Serta memar diseluruh bagian tubuh. Setelah mendapatkan perawatan intensif selama 3 hari di Rumah sakit.

“Penangkapan dilakukan di beberapa lokasi, pada 25 November 2025,” kata Kapolres.

Keenam pelaku yang berhasil diamankan, antara lain: AH, AS, AP, VRA, DAN warga Nogosari. serta APP warga Kecamatan Klego. Mereka ditangkap di beberapa lokasi berbeda. Sementara 3 orang lain, yakni CP, DK, serta JM berstatus buron.

“Salah satu pelaku DPO ini sebagai otak dari tindak pidana pengeroyokan tersebut. Jadi setelah melakukan penganiayaan, pelaku langsung melarikan diri,” katanya.

Dahasilri penyelidikan, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti. salah satunya selang air sepanjang 69 Cm yang digunakan untuk menganiaya korban.

“Sebelumnya, korban dihubungi CP untuk minta bantuan, alasannya kehabisan bensin di Mojo, Kecamatan Andong,” katanya.

Korban lalu mendatangi CP dan membantu mendorong motor hingga berhenti di sebuah rumah di Dukuh Sempu, Desa Sempu, Andong. Setiba di lokasi tersebut, seluruh pelaku datang beramai-ramai dan langsung melakukan penganiayaan.

Korban sempat dibawa ke sebuah warung mie ayam, sebelum kembali dipukul oleh pelaku. Lalu, korban di gelendeng ke tempat sepi untuk di duelkan dengan salah satu pelaku.

“Hasil pemeriksaan sementara, penyebab penganiayaan ini dilakukan karena dendam pribadi. Tidak ada kaitan dengan kelompok silat, tapi memang murni dendam yang mendalam kepada korban,” pungkas Rosyid. (yull/**)