Pelaku Begal di Jalur Pendakian MerbabuVia Suwanting, Ditangkap

pelaku begal tidak melakukan perlawanan dan mau diajak turun oleh petugas (doc/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Pelaku begal logistik dan perlengkapan pendakian di jalur pendakian Suwanting,Magelang sudah diamankan. Pelaku, yakni berinisial M (30) merupakan warga lokal. Namun, oleh keluarganya di Magelang dan Selo ditolak pulang. Sehingga M nekad melakukan aksi begal logistik di sekitar pos 3 jalur pendakian Suwanting, Magelang.
“Itu kan, sudah viral adanya begal di jalur Suwanting pendakian Gunung Merbabu. Mungkin sudah sekitar 1-2 bulanan aksi begal ini, dan sudah ada laporan. Kita sudah berupaya kerjasama dengan teman basecamp. Alhamdulillah kemarin Kamis 3 November bekerjasama dengan teman resort ada sekitar 16 orang naik ke atas,” kata Koordinator Perlindungan BTNGMb, Yulianto, di Boyolali pada Jumat 4 November 2022.
Dijelaskan, sejauh ini sudah banyak laporan terkait keresahan pendaki, karena pelaku kerap meminta logistik dan rokok. Selain itu, tidak jarang mengambil barang-barang pendaki saat ditinggal di pos 3. Barang yang diambil tak hanya logistik seperti mie, rokok, bahkan uang. Tapi juga peralatan pendakian. Karena pelaku diketahui camping dengan peralatan hasil curian. Serta sudah dua bulan tinggal di pos 3.
“Keresahan itu tidak hanya dialami para pendaki, warga sekitar base camp pendakian juga khawatir, jika hal itu berdampak pada jumlah pendaki akan menurun,” imbuhnya.
Tanpa menunggu lama, pihaknya menerjunkan 16 orang yang berangkat pada Kamis subuh. Rombongan petugas ini tiba di pos 3 pukul 10.30. Petugas langsung melakukan mediasi untuk mengajak M turun. Saat itu, pelaku begal tidak melakukan perlawanan dan mau diajak turun. Untuk antisipasi, pelaku begal juga diikat tangannya. Mereka tiba di basecamp sekitar pukul 12.00.
“ Karena masyarakat sudah geram, maka untuk antisipasi pelaku kami bawa ke kantor seksi TN wilayah II di Krogowanan, Sawangan, Magelang,” ujarnya.
Setelah diberikan pemahaman kepada pelaku. Lalu pihaknya membawa ke Polsek Sawangan. Namun, saat itu, kondisi polsek kosong. Karena ada kegiatan pilkades sehingga polisi berjaga di sana. Kemudian petugas berencana untuk mengembalikan pelaku ke keluarganya. Karena ayahnya berada di Pogalan, Pakis, Magelang, dan ibunya di Klakah, Selo. Hanya saja, kedua keluarga dan kades setempat menolak pelaku.
“ Disana pelaku mengaku ingin ikut temannya ke Madiun. Sebenarnya dia punya kemampuan bengkel dulunya. Karena kita mau bawa ke Pogalan dan Klakah kok, disitu daripada nanti ditolak. Akhirnya dia sendiri mau ke temennya Madiun. Difasilitasi teman-teman. Di kantor seksi II, dicukur rambutnya, dibelikan kaos, dianter ke Solo dan dibelikan tiket perjalanan ke Madiun,” terangnya.
Sebelumnya sempat viral dimedia sosial, dalam video berdusasi 13 detik tersebut. Beberapa petugas Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) tampak membawa seorang yang diduga begal logistik. Pria tersebut mengenakan kaos putih tanpa lengan. Sedangkan kedua tangannya terikat ke belakang dengan pengawasan petugas. (*)