Usai Seleksi PPPK Guru Tahap I, 1.302 Peserta Diminta Lakukan Pemberkasan

pemberkasan pppk guru

Kepala Disdikbud Boyolali, Darmanto (yull/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI- Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi guru yang lolos seleksi tahun 2020 di Kabupaten Boyolali mulai memasuki pemberkasan tahap II.
Di Boyolali ada 1.302 formasi guru SD dan SMP yang telah terisi, untuk pemberkasan dilakukan tiga tahap.Kendati demikian, masih ada 354 formasi yang belum terisi dan bakal diperebutkan pada seleksi tahap III. Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali juga menghentikan penerimaan guru honorer.
Sebelumnya, Pemkab Boyolali membukan lowongan PPPK sebanyak 1965 formasi dengan formasi guru 1.656. Formasi guru yang dibuka didasarkan pada pendataan 2020 silam. Saat ini proses seleksi PPPK guru memasuki tahap 2 dengan formasi yang telah terisi sekitar 1.302 kursi.
“Sehingga tahap ketiga ini ada 354 lowongan yang akan diperebutkan 700-800 teman-teman guru,” kata Kepala Disdikbud Boyolali, Darmanto, di Boyolali pada Selasa (1/2/2022).
Dijelaskan pada 2020 ada sekitar 2 ribu guru honorer. Sedangkan lowongan yang dibuka pada seleksi PPPK 2020 sebanyak 1.656 kursi. Sehingga masih ada sekitar 500 guru honorer yang belum mendapat kursi. Hal tersebut akan dikembalikan ke pimpinan. Sedangkan Disdikbud juga telah mengeluarkan surat larangan menerima guru honorer.
“Saat ini masih berlaku SK Larangan Kadisdikbud sejak 22 Desember 2020 untuk tidak menerima guru honorer sampai proses PPPK selesai. Karena setelah formasi PPPK selesai baru akan kami analisa,” pungkasnya.