Standar Uji Kelaikan Dishub Boyolali Gunakan Standar Eropa

Menggunakan alat uji lampu utama, petugas mengecek kekuatan cahaya hingga penyimpangan arah sinar lampu. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Dinas Perhubungan (Dishub)Boyolali mengubah standar uji kelaikan (pemeriksaan) kendaraan yang semula menggunakan Japan Industrial Standard (JIS) kini mengacu standar dari Eropa. Selanjutnya, kendaraan yang lolos uji KIR akan diberi stiker smart card.

“Kita masih trial, ujicoba. Karena alat baru ini jelas beda proses uji dan perlakuannya. Sekarang kami menyesuaikan standar perusahaan Eropa. Apalagi standar tingkat keselamatannya lebih tinggi Eropa,” kata Koordinator Penguji KIR Dishub Boyolali Dhika Prasetyo Jati, di lokasi Uji kendaraan bermotor atau KIR di komplek Kantor Dinas Perhubungan (Dishub), Mojosongo. Selasa (3/8/2021).

Alat uji kendaraan berbasis digital ini perlu disosialisasikan pada masyarakat, mengingat standar kelayakan juga berbeda dan lebih tinggi. Selain itu, data hasil pemeriksaan otomatis terintegrasi dengan database Dishub Boyolali. Begitu pengecekan kendaraan selesai, lolos tidaknya uji KIR secara otomatis dikeluarkan oleh sistem.

“Jadi kami tak perlu lagi manual. Dipastikan tidak ada data yang ditambah atau dikurangi. Karena secara otomatis datanya dikeluarkan sistem dari alat yang menguji,” ujarnya.

Tahap awal dilakukan registrasi pendaftaran. Karena dimasa PPKM, pendaftaran dibatasi sampai pukul 10.00. Sedangkan pada hari biasa, dapat dilakukan hingga pukul 12.00.

“Dengan pemeriksaan yang lebih rigit dan standarnya juga naik diharapkan bisa meminimalisir potensi kecelakaan karena malfungsi kendaraan. Karena memang masih baru, dan proses pemeriksaannya berbasis digital memang masih perlu edukasi ke masyarakat,” ujarnya.

Pengujian 69 kendaraan bisa memakan waktu sampai 9-10 jam. Karena banyak kendaraan yang gagal uji KIR. Terutama pada pemeriksaan mesin. Sedangkan dilihat dari efektivitasnya justru lebih baik dibandingkan saat menggunakan standar Jepang. Sebab data keluar otomatis dan terintegrasi langsung dengan database Dishub.

“Alat kami termasuk yang praktis dan ekonomis. Selain itu, begitu lolos uji KIR kita tidak lagi menggunakan buku, tapi sudah smard card. Kita juga tempel stiker berisi barcode dikaca sisi kiri. Cukup kita scan barcode semua data pengujian akan otomatis keluar. Jadi memudahkan saat pemeriksaan di luar nantinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Boyolali Cipto Budoyo mengatakan pemindahan ini dilakukan karena lokasi uji KIR lama sudah 20 tahun. Termasuk alat uji KIR yang sudah berumur. Sehingga peremajaan alat perlu dilakukan. Pengadaan alat ini sudah dilakukan sejak 2020.

“Uji KIR kami jadikan satu untuk memudahkan pelayanan. Kami mulai buka pada Senin (2/8) sebanyak 56 kendaraan. Kami akan layani sampai selesainya uji KIR. Selain itu, kalau ada yang gagal uji KIR bisa uji lagi dibagian yang gagal,” kata Cipto Budoyo.