Fokus Jateng-BOYOLALI – Dua jalur pendakian di Taman Nasional Gunung Merbabu akan ditutup sementara di awal-awal bulan Agustus 2026. Penutupan tersebut dalam rangka menghormati adat istiadat warga setempat, serta akan dilaksanakannya sejumlah kegiatan di wilayah tersebut.
“Sehubungan dengan penghormatan terhadap tradisi adat istiadat masyarakat setempat (Merti Dusun/Saparan) serta persiapan dan pelaksanaan kegiatan Merapi Merbabu De Trail (MMDT), Balai Taman Nasional Gunung Merbabu melakukan penutupan sementara pada beberapa jalur pendakian,” tulis unggahan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), melalui akun resmi Instagram @btn_gn_merbabu.
Dua jalur pendakian yang akan ditutup sementara tersebut yakni via Selo, Boyolali pada tanggal 1 – 2 Agustus 2026. Penutupan jalur pendakian Selo terkait dengan persiapan dan pelaksanaan Merapi Merbabu De Trail.
Kemudian jalur pendakian via Cuntel, Kabupaten Semarang, pada tanggal 5 – 7 Agustus 2026. Penutupan jalur pendakian Cuntel ini terkait dengan akan dilaksanakannya tradisi, adat istiadat masyarakat setempat, yakni kegiatan Merti Dusun atau Saparan.
Diketahui penutupan jalur pendakian Cuntel ini tertuang dalam Pengumuman BTNGMb nomor : PG. 05/T.35/TU/HMS.01.07/B/07/2026 tentang penutupan sementara jalur pendakian Taman Nasional Gunung Merbabu. Pengumuman tertanggal 27 Juli 2026 ini ditandatangani Kepala BTNGMb, Anggit Haryoso.
“Selama masa penutupan tersebut, seluruh aktivitas pendakian, camping, maupun kunjungan wisata melalui jalur-jalur di atas tidak dapat dilayani,” katanya.
Saat ini, ada lima jalur pendakian resmi Gunung Merbabu yang dibuka untuk wisatawan, yakni pendakian via Selo, Thekelan, Cunthel, Suwanting, dan Wekas. Calon pendaki bisa mengambil jalur resmi pendakian lainnya saat jalur Selo dan Thekelan ditutup sementara. Juga diminta tetap melakukan booking online melalui laman resmi www.tngunungmerbabu.org. ( Yull/**)
