Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Tindaklanjuti Video Viral Pendaki Menaiki Tugu Triangulasi

Petugas Resor Selo berhasil mengidentifikasi kedua pendaki dan telah meminta keterangan kepada yang bersangkutan pada Rabu (29/7). Dalam proses pemeriksaan tersebut, keduanya bersikap kooperatif (Dok/BTNGMb /Fokusjateng.com)

Fokus Jateng- BOYOLALI – Sebuah video memperlihatkan aksi pendaki berjoget di sebuah tugu di puncak Triangulasi­ Gunung Merbabu pada Minggu, 26 Juli 2026 sempat viral di media sosial (medsos). Menindaklanjuti kejadian tersebut, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) mengidentifikasi para pendaki, memanggil mereka untuk dimintai keterangan, dan memberikan sanksi pembinaan.

 “Dalam proses pemeriksaan tersebut, keduanya bersikap kooperatif, mengakui telah menaiki Tugu Triangulasi, serta menyatakan penyesalan atas perbuatannya,” tulis Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TN Gunung Merbabu, Dr. Nurpana Sulaksono dalam keterangan resminya. Kamis 30 Juli 2026.

Selain menandatangani Berita Acara Permintaan Keterangan (BAP) dan Surat Pernyataan di atas meterai, kedua pendaki diwajibkan menghapus seluruh dokumentasi pelanggaran, membuat video permintaan maaf terbuka untuk diunggah pada akun media sosial masing-masing, serta bersedia menerima sanksi yang lebih berat apabila mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.

Nurpana menegaskan bahwa Tugu Triangulasi merupakan bagian dari fasilitas kawasan yang harus dijaga keberadaannya. Setiap pengunjung diharapkan menghormati fasilitas dan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku selama berada di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.

“Pendakian bukan hanya tentang mencapai puncak, tetapi juga tentang menunjukkan sikap bertanggung jawab terhadap alam dan fasilitas yang ada. Kami mengajak seluruh pendaki untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi merusak fasilitas maupun membahayakan diri sendiri demi konten di media sosial,” paparnya.

Balai TN Gunung Merbabu juga mengapresiasi masyarakat yang aktif menyampaikan informasi terkait dugaan pelanggaran di kawasan. Partisipasi publik menjadi bagian penting dalam mendukung pengawasan dan perlindungan kawasan konservasi.

Balai TN Gunung Merbabu mengimbau seluruh pendaki untuk selalu mematuhi peraturan pendakian, menjaga etika selama berada di kawasan konservasi, serta tidak menaiki atau melakukan tindakan yang dapat merusak fasilitas maupun mengurangi nilai kawasan.

“Pelestarian Taman Nasional Gunung Merbabu merupakan tanggung jawab bersama, sehingga setiap pendaki diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian kawasan dengan berperilaku bijak, bertanggung jawab, dan menghormati aturan yang berlaku,” pungkasnya. ( yull/**)