Tokoh Masyarakat dan Gugus Tugas Covid-19 Boyolali Kompak Semprot Disinfektan

Sesepuh masyarakat Boyolali, Seno Kusumoarjo ikut bergerak menyemprotkan disinfektan di kawasan pemukiman Desa Kiringan, Boyolali Kota. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Jajaran Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda)yang tergabung dalam Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Boyolali bersama sejumlah elemen masyarakat melakukan penyemprotan disinfektan langsung ke perkampungan terdampak. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan langsung sesepuh masyarakat Boyolali, Seno Kusumoarjo. Sabtu (8/8/2020).

Bahkan, Seno mengenakan alat pelindung diri, ikut bergerak menyemprotkan disinfektan di sejumlah kawasan zona merah Covid-19. Turut pula, tokoh NU, KH Achmad Syarif; Ketua Basnaz, Jamal Yazid; tokoh agama Katolik, Petrus Saridjo dan M. Jindar Wahyudi dari Muhammadiyah. Serta para relawan, TNI dan Polri, KPU, Bawaslu serta jajaran Forkopimda.

Penyemprotan dilakukan dengan menggunakan mobil tangki BPBD, Damkar, PMI maupun peralatan penyemprot disinfektan yang dikoordinasi oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Boyolali. Sedangkan sasaran penyemprotan adalah kawasan zona merah Covid-19.

Di antaranya, kawasan Desa Kiringan dan Komplek Bumi Singkil Indah di Desa Karanggeneng Kecamatan Boyolali Kota dan Kampung Gudang Kapuk; Kelurahan Siswodipuran, Boyolali Kota. Tak hanya jalan di kawasan tersebut, penyemprotan juga dilakukan di halaman dan pemukiman warga.

Menurut sesepuh masyarakat Boyolali, Seno Kusumoarjo, pihaknya terus mendukung upaya Pemkab Boyolali dan pemerintah untuk mengatasi penyebaran Covid-19. Diantaranya dengan penyemprotan disinfektan tersebut. Selanjutnya mengajak masyarakat untuk melakukan pendisiplinan protokol kesehatan, dengan selalu mamakai masker, cuci tangan menggunakan sabun dan jaga jarak.

“Di era adaptasi kebiasaan baru maka masyarakat perlu disiplin menjaga kondisi kesehatan masing- masing. Pakai masker saat keluar rumah dan disiplin menjaga jarak,” katanya.

Tokoh agama, Saridjo mengaku ikut serta kegiatan apel gabungan dan aksi penyemprotan sebagai bentuk dukungan untuk mengatasi Covid-19. “Semoga Covid-19 segera berlalu dan masyarakat bisa kembali membangun Boyolali,” katanya.

Aksi penyemprotan di kawasan zona merah itu, diawali dengan apel gabungan pendisiplinan protokol kesehatan digelar di Alun-alun Kidul, Kompleks perkantoran terpadu Boyolali, Sabtu pagi (8/8/2020) pagi.

Adapun perkembangan data pertambahan kasus Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Boyolali di Dinas Kesehatan Boyolali menyebut; Kasus konfirmasi hingga saat ini sebanyak 238 orang; Dirawat : 72 orang; Isolasi Mandiri: 33 orang; Sembuh : 122 orang, dan Meninggal : 11 orang.

SIMAK VIDEONYA DI BAWAH INI, JANGAN LUPA KLIK SUBSCRIBE, AKTIFKAN TANDA LONCENG, LIKE & SHARE!!!