SIAC 5 Hadirkan 80 Seniman dari 28 Negara di Surakarta

Solo International Art Camp (SIAC) ke-5 tahun 2026 yang merupakan ajang seni internasional berlangsung 16-27 Juli 2026. Event itu menghadirkan 80 seniman profesional dari 28 negara untuk berkolaborasi dan menghasilkan karya seni. Foto: Istimewa (Humas Pemkot Surakarta) (Thia /Fokusjateng.com)

Fokusjateng-SURAKARTA-Kota Surakarta kembali menjadi ruang pertemuan seniman dari berbagai negara melalui penyelenggaraan Solo International Art Camp (SIAC) ke-5 tahun 2026. Ajang seni internasional yang berlangsung 16-27 Juli 2026 itu menghadirkan 80 seniman profesional dari 28 negara untuk berkolaborasi dan menghasilkan karya seni.

Ketua Panitia SIAC 5 Sulistyo Chung mengatakan penyelenggaraan tahun ini mengangkat tema “Rewriting Tomorrow” atau menulis ulang masa depan. Tema tersebut mengajak para seniman merespons berbagai persoalan global melalui karya seni.

“Melalui tema ini, para seniman diajak menyampaikan gagasan dan harapan tentang masa depan bumi melalui karya seni, baik lukisan maupun patung,” ujar Sulistyo yang juga Ketua Yayasan Jagoan Indonesia yang ditemui di sela-sela Gala dinner yang menandai dibukanya SIAC #5 2026 di Sasana Krida Kusuma Solo, Kamis, 16 Juli 2026.

Menurut dia, jumlah peserta SIAC terus mengalami peningkatan sejak pertama kali digelar pada 2016. Pada penyelenggaraan perdana, ajang ini diikuti seniman dari 12 negara. Jumlah tersebut terus bertambah hingga tahun ini mencapai 28 negara.

Panitia, kata Sulistyo, sebelumnya menerima pendaftaran dari lebih dari 35 negara. Namun, setelah melalui proses kurasi berdasarkan rekam jejak seniman dan kualitas karya, sebanyak 28 negara dipilih menjadi peserta.

Sebanyak 65 seniman berasal dari luar negeri, sedangkan 15 lainnya merupakan seniman lokal yang mengikuti workshop utama. Selain itu, kegiatan SIAC juga melibatkan ratusan seniman lokal Surakarta dalam berbagai pertunjukan budaya.

Tidak hanya menampilkan karya seni, SIAC 5 juga menghadirkan rangkaian kegiatan lain, seperti lokakarya seni terbuka, diskusi seniman, pertunjukan tari tradisional, hingga kirab budaya.

Kegiatan Cultural Parade akan digelar pada Minggu, 19 Juli 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Ngarsopuro. Dalam kegiatan tersebut, para delegasi internasional akan memperkenalkan budaya negaranya melalui busana adat masing-masing.

Pembukaan SIAC 5 dilakukan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan RI Mayjen TNI Endro Satoto yang hadir mewakili Dewan Penasehat Yayasan Jagoan Indonesia, Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto.

Endro mengatakan kegiatan seni internasional seperti SIAC menjadi ruang diplomasi budaya yang mempertemukan masyarakat lintas negara.

“Ini merupakan pembuktian bahwa seni memiliki kekuatan sebagai wadah dialog global, mempererat hubungan antarbangsa, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia,” katanya.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyambut penyelenggaraan SIAC 5 sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Surakarta sebagai kota budaya sekaligus destinasi wisata internasional.

Menurut dia, pemerintah kota berkomitmen mendukung kegiatan kebudayaan yang berkelanjutan dan dapat memberikan dampak terhadap sektor pariwisata.

“Semoga event ini melahirkan daya tarik wisata baru yang berkelanjutan dan terus dikembangkan sebagai salah satu flagship event Kota Solo,” ujar Respati.

Sejumlah negara yang mengirimkan delegasi dalam SIAC 5 antara lain Australia, Bangladesh, Belgia, Brasil, Bulgaria, Kamboja, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Lituania, Mongolia, Myanmar, Nepal, Filipina, Polandia, Rusia, Serbia, Singapura, Spanyol, Sri Lanka, Thailand, Turki, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Selama pelaksanaan SIAC 5, masyarakat dapat menyaksikan proses kreatif para seniman melalui kegiatan workshop melukis dan memahat pada 17-21 Juli di Sasana Krida Kusuma. Pameran karya seniman kemudian digelar di Taman Balekambang pada 23-27 Juli 2026. (**/*Thia).