229 Kades di Boyolali Resmi Dilantik

Kades terpilih Heri sarwo Edi (berkacamata) secara simbolis menerima kunci sepeda motor dari pendukungnya di di Tugu Garuda, pertigaan jalan utama desa, kamis (8/8/2019) (/Fokusjateng.com)

FOKUSJATENG – BOYOLALI – Sebanyak 229 kepala desa (kades) yang terpilih dalam Pilkades serentak dan susulan akhirnya secara resmi dilantik di Pendopo Gede Boyolali, Senin (12/8/2019). Melalui pengambilan sumpah, ratusan kades ini dilantik oleh Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M. Said Hidayat.

Sekadar kilas balik, 229 kades tersebut terpilih melalui Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahap III tahun 2019 di Kabupaten Boyolali sudah terlaksana pada Sabtu (29/6/2019) termasuk Pilkades susulan di Desa Kuwiran; Kecamatan Banyudono yang digelar pada Kamis (8/8/2019) lalu.

Wabup Said berpesan agar para kades yang dilantik dapat sesegera mungkin untuk bertugas, salah satunya dengan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Penyusunan program tersebut diharapkan dapat selesai paling lambat enam bulan usai pelantikan.

“Untuk segera disusun dalam hitungan waktu dalam paling lambat enam bulan ke depan. Artinya segera melangkah memajukan membangun desa masing-masing sesuai dengan aturan-aturan yang ada. Perkembangan ke depan ini bagaimana menata keuangan desa yang semakin tahun semakin besar,” ujar Wabup Said.

Said juga meminta kepada para kades untuk bersama membangun desa masing-masing serta mensejahterakan masyarakat. Sehingga target target yang menjadi prioritas di desa mampu terselesaikan dengan baik.

“Benahi data yang ada di tiap-tiap desa sehingga apa yang harus kita selesaikan target target apa saja yang harus kita selesaikan secara bersama, mampu kita tangani bersama dengan satu sistem pengelolaan data yang sebaik-baiknya untuk menata pemerintahan ke depan,” kata Wabup Said.

Di antara 229 kades yang dilantik, terdapat satu kades yang berumur paling muda. Menginjak usia yang ke-25 lebih lima bulan ini, pria bernama Sopa dilantik memimpin Desa Lemahireng; Kecamatan Wonosegoro. Pria kelahiran 18 Oktober 1993 ini optimis Desa Lemahireng akan lebih maju lagi.

“Dari kecil sudah bercita-cita menjadi seorang kepala desa, demi memajukan Desa Lemahireng. Sekarang lumayan sudah maju ke depan agar lebih maju lagi,” ungkap ayah dari satu orang anak ini yang sebelumnya bekerja di sebuah pabrik di daerah Jawa Barat ini.
Dengan mengedepankan program yang diusungnya, yakni menganggarkan BUMDes melalui peternakan ayam potong dan petelur. Program tersebut diharapkan mampu mensejahterakan warga Desa Lemahireng.