Para Pendekar Tak Kuasa Menahan Tangis saat Sungkeman

Yulianto (/Fokusjateng.com)

FOKUSJATENG – BOYOLALI – Para pendekar dilatih bukan hanya untuk menjadi tangguh, tetapi juga dituntut untuk santun, dan menjadi manusia yang berbudi luhur. Sebagaimana penampakan suasana haru saat sejumlah calon warga Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) sungkem orangtuanya di Balai desa Sobokerto, Ngemplak baru-baru ini.

Tetesan air mata sejumlah orang tua dan calon warga PSHT tidak terbendung saat mereka saling berpelukan. Dalam kegiatan sungkeman ini, mereka mengungkapkan segala kesalahan dan meminta maaf kepada orang tuanya yang hadir dalam kesempatan tersebut.

Acara ini merupakan bagian dari persiapan dalam tes pendadaran yang akan digelar tidak lama lagi. Tes tersebut wajib diikuti sebagai prasyarat untuk bisa mengikuti pengesahan sebelum dikukuhkan menjadi warga PSHT cabang Boyolali. Sebelum kegiatan sungkeman, para calon warga dan orang tua terlebih dulu melaksanakan kegiatan dzikir dan doa bersama.

“Selain Rayon PSHT Desa Sobokerto dan Banyuanyar secara bergiliran seluruh ranting PSHT Boyolali juga melakukan hal yang sama,” kata Ketua PSHT cabang Boyolali, Komarudin, Senin (12/8/2019)

Komarudin mengatakan, tes tersebut digelar untuk membekali dan membentuk calon-calon pendekar yang tangguh dan santun sesuai dengan tujuan PSHT yaitu mendidik manusia berbudi luhur, dan punya jiwa ikut memayu hayuning bawana.

“Setelah upaya secara lahiriah dilakukan, maka upaya secara batiniah juga perlu dilakukan, seperti sungkeman dan dan doa bersama bagi calon warga yang sebentar lagi akan mengikuti pengesahan,” ujar Komarudin.

Lebih lanjut Komarudin juga menekankan dalam PSHT, calon warga juga dididik memiliki jiwa patriotisme dan mencintai tanah air. Sehingga warga PSHT selalu berkomitmen menjaga persatuan bangsa, menolak berita hoax, faham radikalisme, narkoba dan siap mengawal keutuhan NKRI.

Salah satu orang tua calon warga yang hadir dalam kegiatan doa bersama, Widodo mengaku, bersyukur PSHT Cabang Boyolali menggelar kegiatan tersebut.

”Kegiatan ini sangat baik, sehingga orang tua merasa nyaman karena merasa ikut mengantarkan dan berharap anaknya menjadi pendekar dengan budi pekerti luhur dan berjiwa sosial,” ujar Komarudin.

Sementara, tes pendadaran bagi calon warga itu digelar serentak di Sabtu (24/8/2019) di lapangan Karanggeneng Boyolali. Menurut Komarudin tes pendadaran tahun ini diikuti sekitar 600 peserta. Pengesahan sendiri dijadwalkan digelar bulan Sura atau Muharam ini.