Harga Anjlok, Petani di Lereng Merapi Cepogo Boyolali Enggan Memanen Cabai

Para petani cabai sedang panen tapi enggan dipetik karena harganya anjlok. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Harga cabai di pasaran di wilayah Boyolali mengalami anjlok. Kondisi ini memakasa para petani cabai di Kecamatan Cepogo, Boyolali, enggan memanen cabai miliknya.

“Iya, harga cabai merah besar jatuh ke tingkat terendah,” ujar Haryanto (48) petani asal Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, Senin 13 Mei 2019.

Dijelaskan, harga cabai merah besar kini turun menjadi Rp 2.000/kg atau turun dari harga sebelumnya sebesar Rp 4.000/kg. Akibatnya, pera petani pun merugi. Bahkan, mereka membiarkan tanaman cabai di ladang.

“Kalau tetap dipanen ya rugi, biaya panen serta biaya angkut ke pasar. Jelas nggak menutup dengan hasil penjualan.”

Diungkapkan, dia mengaku tertarik menanam cabai karena harga cabai merah besar saat itu tinggi hingga Rp 8.000- Rp 10.000/kg di tingkat petani. Dia pun menanam sebagian lahan miliknya dengan tanaman cabai seluas 1.000 meter persegi.

Namun tak disangka, harga cabai merah besar terus menurun di pasaran. Saat dia panen perdana, haga cabai merah besar hanya Rp 4.000/kg. Namun karena dirasa masih bisa menutup biaya memanen, dia pun memanen cabai bersama istrinya.

“Tapi harga cabai di pasaran terus merosot hingga kini tinggal Rp 2.000/kg. Ya, sudah. Saya pilih membiarkan cabai membusuk di pohon.”

Petani lain, Yatmi (51) mengakui, dirinya terpukul dengan anjloknya harga cabai merah besar. Dia sempat memanen cabai miliknya hingga tiga kali. Saat itu harga memang cenderung menurun.

“Panen pertama harga masih Rp 6.000/kg, terus turun menjadi Rp 5.000/kg dan turun lagi jadi Rp 4.000. Kok sekarang tinggal Rp 2.000/kg. Jadi ya nggak usah dipanen saja karena rugi.”

Sementara itu, dari pantauan, harga sejumlah komditas di pasar tradisional Boyolali turun setelah beberapa hari puasa. Harga telur ayam dan daging ayam di turun antara Rp 2.000/kg hingga Rp 3.000/kg.

Dari pantauan harga beberapa barang kebutuhan pokok di Pasar Kota Boyolali, Kamis (9/5), menyebutkan, daging ayam yang sebelumnya dijual Rp 32.000/kg kini turun menjadi Rp 30.000/kg. Harga telur ayam ras dijual Rp 20.000/kg dari sebelumnya Rp 23.000/kg.

Penurunan drastis terjadi pada harga bawang putih. Jia diawal bulan puasa harga tinggi mencapai Rp 70.000/kg, kini turun menjadi Rp 40.000/kg. Turunnya harga disebabkan stok di tingkat pedagang melimpah.

“Memang, harga sejumlah barang kini turun. Menjelang puasa, naik, setelah beberapa hari puasa, harga turun,” ujar Darmo (55) salah satu pedagang sembako.

Sedangkan untuk harga beras, tetap stabil berkisar antara Rp 10.000/kg hingga Rp 12.000/kg, bawang merah Rp 18.000/kg hingga Rp 22.000/kg. Gula pasir Rp 12.000/kg dan minyak goreng Rp 12.000/kg.