Aktivitas Gunung Merapi Fluktuatif, Dua Pendaki Asal Jerman Diminta Batalkan Pendakian

Aktivitas Gunung Merapi terus mengalami fluktiatif. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Aktivitas Gunung Merapi terus fluktuatif akhir-akhir ini. Dengan demikian, seluruh aktivitas pendakian dinyatakan ditutup untuk umum. Tak terkecuali dua turis asal Jerman yang hendak mendaki diminta untuk membatalkan rencana tersebut.

Hal ini disampaikan petugas Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) bagi seluruh pendaki Kamis 11 April 2019. Turis yang hendak mendaki ini yakni Daniel dan temannya. Keduanya menyewa mobil langsung dari Yogya.

Keduanya berangkat mandiri tanpa melalui biro perjalanan. Sehingga mereka tidak tahu kalau kondisi Merapi masih dinyatakan ditutup untuk kegiatan pendakian.

“Kami tidak tahu kalau Gunung Merapi ditutup untuk kegiatan pendakian. Jadi, saya pun tak jadi mendaki dan kembali ke hotel di Yogya,” kata Daniel.

Kepala Seksi 2 BTNGM, Singgih Rudi S mengakui, hingga kini Gunung Merapi masih dinyatakan tertutup untuk kegiatan pendakian. Hal itu juga berlaku untuk jalur pendakian wilayah Seksi 2 di Selo (Boyolali) dan Kemalang (Klaten).

“Pasalnya, kondisi Merapi masih dalam kondisi Waspada Level II,” katanya.

Ditanya sampai kapan penutupan dilakukan, pihaknya tidak bisa memastikan. Menurut dia, penutupan sudah melalui kajian Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.

“Jadi, kalaupun nanti jalur pendakian diputuskan untuk dibuka kembali, tentu juga melalui kajian mendalam BPPTKG Yogyakarta. Kami tidak bisa gegabah memutuskan sendiri,” jelas dia.

Kepala Resort Selo BTNGM Wahid Adibowo mengungkapkan, larangan pendakian selain dengan memasang spanduk peringatan, juga melalui media sosial (medsos). Termasuk melalui relawan Merapi.

“Ini dilakukan demi keselamatan para pendaki sendiri mengingat kondisi Merapi masih berbahaya untuk didaki. Kami tadi juga mengganti spanduk peringatan larangan mendaki Merapi dengan spanduk baru,” katanya.

Untuk itu, pihaknya mengingatkan masyarakat, utamanya para pendaki agar mematuhi larangan tersebut. Untuk menyalurkan hobi mendaki, para pendaki bisa mengalihkan ke gunung lain yang dinyatakan aman.

“Kalau mau mendaki, kan bisa dialihkan ke gunung yang lain yang dinyatakan aman,” harapnya.