Sesosok Jasad Bayi Mungil Mengapung di Sungai Bengawan Solo Gegerkan Warga Sragen

Polisi dan tim medis melakukan evakuasi jasad bayi di Sungai Bengawan Solo wilayah Sragen, Jumat pagi 22 Februari 2019. (Huriyanto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-SRAGEN-Warga Dukuh Prayungan, Desa Dungupit, Kecamatan Sragen Kota, Sragen, Jawa Tengah, mendadak geger Jumat pagi 22 Februari 2019. Sebab, warga menemukan sesosok jasad bayi mungil berjenis kelamin laki-laki mengapung di Sungai Bengawan Solo.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun fokusjateng.com di lapangan, jasad bayi ini diperkirakan meninggal sekitar 1-2 hari. Kali pertama yang menemukan yakni Kusnadi (35), warga Sapen, Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen.

Ketika itu dia sedang mencari ikan di Sungai Bengawan Solo. Jenazah bayi diangkat dari atas air dengan kedalaman 10 meter. “Tadi ada orang yang bilang di Pasar Wedi ada bayi, nah saya pas cari ikan di jembatan terus saya tengok dan saya lihat langsung saya angkat dari air itu. Saya bawa ke tepi sungai,” tuturnya

Kondisi bayi sudah mulai membusuk di bagian kepala dan tangan mulai melupas. Pihak kepolisian memburu pembuang bayi ini. “Saya sendiri juga kaget lihat bayi itu tadi. Kondisinya tengkurep dan berputar-putar di pusaran air,” katanya.

Sementara itu, sebelum dibuang dan akhirnya meninggal, bayi itu diduga sudah dirawat orang tuanya. Hal ini terlihat dari badan bayi masih melekat kain grito. “Kondisi bayi sebelumnya sudah dirawat orang tuanya,” kata dokter Oka, kepala Pukesmas Sragen Kota.

Terpisah, Kapolsek Sragen Kota Iptu Mashadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan mengaku sedang mendalami kasus pembuangan bayi ini. Tim sudah mengumpulkan data-data dari keterangan sejumlah saksi.

“Tadi ada informasi bahwa ada penemuan mayat di jempatan Sapen. Kita datangi TKP bahwa benar ada mayat bayi. Identitas kita juga belum tahu. Ini kita selidiki dulu dengan membawa jenazah ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan apakah ada unsur kekerasan atau lainnya,” terang dia.