ACEC 2026: UNS Pertemukan Akademisi Internasional dan Prodi PPKn Se-Indonesia untuk Advokasi SDGs dan HAM melalui Pendidikan Kewarganegaraan

Fokus Jateng- SURAKARTA– Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi tuan rumah The 7th Annual Civic Education Conference (ACEC) 2026 & Forum Prodi PPKn Se-Indonesia pada 29-31 Juli 2026. Kegiatan yang diselenggarakan bekerjasama dengan Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI) ini mengangkat tema “Advancing Sustainable Development and Human Rights through Civic Education: Local Wisdom, Global Commitments, and Pancasila Values.”

Pada sesi pleno seminar internasional 30 Juli, ACEC 2026 menghadirkan empat pembicara utama yang membahas isu-isu strategis pendidikan kewarganegaraan di era kontemporer. Narasumber Dr. Arif Kabir (Deakin University, Australia) memaparkan tentang kerangka Critical Global Digital Citizenship (CGDC) yang mengintegrasikan literasi digital kritis, partisipasi etis, dan tanggung jawab global untuk mempersiapkan warga negara yang responsif terhadap tantangan SDGs. Sedangkan, Assoc. Prof. Dr. Aziah Ismail (Universiti Sains Malaysia, Malaysia) menyajikan temuan penelitian tentang implementasi Global Citizenship Education (GCED) di sekolah Malaysia, menekankan bahwa kesadaran guru dan dukungan kepemimpinan sekolah merupakan faktor kunci keberhasilan pedagogi GCED.

Sebaliknya, narasumber Dr. Moch. Muchtarom, S.Ag., M.Si. (Universitas Sebelas Maret) mengangkat isu kritis tentang “plagiarisme konseptual” dan atrofi kognitif akibat penggunaan AI tanpa kritis dalam pendidikan tinggi, serta menawarkan solusi berbasis etika kebajikan Aristotelian untuk menumbuhkan Phronesis (kebijaksanaan praktis) pada mahasiswa. Di sisi lain, narasumber Anis Hidayah, S.H., M.H. (Ketua Komnas HAM RI) menegaskan bahwa pencapaian SDGs 2030 tidak dapat dipisahkan dari agenda hak asasi manusia, dengan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai jembatan strategis untuk menginternalisasi nilai HAM dan pembangunan berkelanjutan.

 

*Sepakati Standar CPL Nasional*

Sejalan dengan seminar internasional, ACEC 2026 juga menyelenggarakan Forum Prodi PPKn Se-Indonesia yang dihadiri oleh pimpinan program studi PPKn (S1, S2, S3) dari seluruh Indonesia. Forum ini membahas penyempurnaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) PPKn jenjang S1 sebagai respons terhadap Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025.

“Forum ini menjadi momentum penting untuk meninjau dan memperbarui rumusan CPL yang sebelumnya telah dihasilkan AP3KnI, agar selaras dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan regulasi pendidikan tinggi terkini,” ujar Prof. Dr. Winarno, S.Pd., M.Si., Ketua Panitia ACEC 2026 sekaligus Kaprodi Magister PPKn FKIP UNS.

Hasil forum diharapkan menjadi landasan bersama bagi pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penguatan kolaborasi riset antar-prodi, serta peningkatan daya saing lulusan PPKn Indonesia di tingkat nasional dan internasional.

Di samping itu, acara dibersamai dengan forum publikasi yang memiliki dampak akademik berupa paparan artikel. Seluruh artikel yang diterima dalam ACEC 2026 akan dipublikasikan dalam Prosiding Internasional ScitePress (ber-ISBN), dengan artikel terpilih akan diajukan ke jurnal terindeks Scopus dan Sinta. Kegiatan ini juga mencakup kompetisi mahasiswa internasional, sesi paralel presentasi artikel, dan Cultural City Tour untuk memperkenalkan kearifan lokal Surakarta.

Agenda ACEC 2026 dihadiri oleh lebih dari 150 peserta yang terdiri dari akademisi, praktisi pendidikan, perwakilan pemerintah (BPIP, Komnas HAM), mahasiswa, dan peneliti dari Indonesia, Australia, Malaysia, dan negara lainnya, memperkuat posisi UNS sebagai pusat keunggulan pendidikan kewarganegaraan di Asia Tenggara. (Ist/**)