Fokus Jateng-BOYOLALI,- potensi kebakaran diperkirakan mengalami peningkatan akibat kondisi cuaca yang semakin panas dan kering. Damkar Boyolali pun meningkatkan kewaspadaan penuh serta mengajak masyarakat melakukan upaya pencegahan terhadap potensi kebakaran.
“Jadi, harapannya masyarakat semakin disiplin menerapkan langkah-langkah pencegahan kebakaran di lingkungan masing-masing. Edukasi sering dilakukan, namun paling penting kewaspadaan bersama menekan terjadinya kebakaran di musim kemarau tahun 2026 ini,” kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Boyolali, Supriyono. Kamis 16 Juli 2026.
Tercatat selama periode bulan Januari hingga tanggal 13 Juli 2026, laporan kebakaran sebanyak 57 kasus. Naik. 2 kali lipat, atau 103 persen dari periose serupa bulan Januari-Juli tahun 2025, yang hanya 28 kasus.
Menurut Supriyono, tahun ini musim kemarau lebih cepat masuk dibanding tahun lalu yang curah hujannya tinggi. Kondisi lingkungan menjadi lebih kering dan mudah terbakar.
Meski demikian, faktor alam sebenarnya hanya menjadi faktor pendukung. Penyebab utamanya tetap didominasi oleh kelalaian manusia.Dengan penyebab dominan yakni kasus konsleting listrik, bakar sampah, serta gas bocor, dan terdapat satu korban luka.
Disebutkan, Kecamatan Teras menjadi wilayah paling banyak laporan kejadian kebakaran dengan total 13 kasus. Kecamatan Boyolali 7 laporan kejadian, Kecamatan Simo 6 kasus, disusul Kecamatan Klego dan Ngemplak 4 kasus.
“Laporan kejadian kebakaran memang masih didominasi oleh kebakaran rumah tinggal, sementara kebakaran lahan masih relatif landai,” katanya.
Dikemukakan bahwa musim kemarau diprediksi panjang dan ada potensi El Nino, Damkar mengimbau masyarakat lebih waspada. Terkait aktivitas Pembakaran, hindari membakar sampah atau lahan sembarangan. Selain itu, periksa secara berkala selang dan regulator kompor gas di dapur. Jika rusak, segera ganti dan jangan dipaksakan digunakan.
“Deteksi dini kebocoran gas. Waspadai tanda-tanda seperti bau gas menyengat, ada embun pada badan tabung, atau terdengar suara mendesis dari regulator. Hindari modifikasi kelistrikan sembarangan,” tegasnya.
Sebagai langkah mitigasi, Damkar menggencarkan sosialisasi langsung ke masyarakat. Tahun ini juga dibentuk Relawan Pemadam Kebakaran tingkat desa dari masing-masing wilayah. Untuk tahap ini, pelatihan akan menyasar 7 kecamatan. ( yull/**)
