Foto : Kanjeng Pangeran Bambang Wuryanto wakil ketua MPR RI tokoh senior PDIP di Dampingi ketua DPRD Kab Karanganyar Bagus Selo
FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – PDI Perjuangan (PDIP) terus mematangkan langkah konsolidasi organisasi melalui gelaran Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di tingkat Kabupaten Karanganyar. Tokoh senior PDIP sekaligus Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Ir. Bambang Wuryanto, M.B.A., yang akrab disapa Bambang Patjul atau Komandan Korea, memberikan arahan penting terkait esensi pergerakan partai ke depan.
Menurut Bambang Patjul, Musancab ini merupakan rangkaian akhir dari proses konsolidasi internal partai di tingkat daerah. Ia menegaskan bahwa agenda lima tahunan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dari penyegaran organisasi agar mesin partai tetap solid dan adaptif.
“Ini adalah konsolidasi organisasi yang biasa saja, proses lima tahunan. Tentu ini bagian dari penyegaran organisasi, agar yang sudah segar menjadi lebih segar lagi. Di sini kita berkumpul bersama agar terjadi bonding atau ikatan kembali antara pimpinan dan anak buah, antara pimpinan dan yang dipimpin,” ujar Bambang Patjul di sela-sela acara.
Hubungan Resiprokal dan Kesetiaan
Lebih lanjut, Komandan Korea menyoroti pentingnya membangun hubungan yang bersifat timbal balik (resiprokal) di dalam tubuh partai. Hubungan tersebut tidak akan bisa terwujud tanpa adanya pertemuan langsung dan komunikasi yang intens.
“Hubungan antara yang dipimpin dan yang memimpin ini sifatnya harus resiprokal, timbal balik. Kalau tidak pernah ketemu, bagaimana mau timbal balik? Harus ada kesetiaan antara yang dipimpin dan yang memimpin. Itulah kesetiaan yang diwujudkan di PDI Perjuangan,” tegasnya.
Bambang Patjul juga mengingatkan jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) hingga Ranting untuk mengadopsi prinsip kepemimpinan yang mengayomi.
“Seorang pimpinan yang dipilih di PDI Perjuangan itu musti ngayomi, ngayemi, dan ngayani. Artinya, harus memberikan rasa aman, memberikan rasa nyaman, dan kemudian menguatkan. Itu tugas pimpinan di PDIP,” imbuhnya.
Pelibatan Kader Muda dan Target Kemenangan di TPS
Dalam konsolidasi ini, PDIP Karanganyar juga memberikan porsi besar bagi keterlibatan kader-kader muda serta pemenuhan kuota perempuan sebagai kewajiban konstitusi partai melalui langkah afirmasi. Bambang Patjul menekankan bahwa pelibatan anak muda sangat krusial, terutama dalam hal komunikasi politik di era modern.
“Elemen muda dilibatkan supaya bisa berkomunikasi dengan baik. Bahasanya (anak muda) kan berbeda. Kalau angkatan seperti saya yang berkomunikasi dengan anak-anak muda, tentu akan susah. Maka dari itu, PDIP mengambil dan merangkul yang muda,” jelasnya.
Di akhir arahannya, ia menegaskan bahwa muara dari seluruh proses penyegaran organisasi, pelibatan kader muda, dan penguatan kesetiaan ini adalah demi memenangkan pertempuran nyata di tingkat paling bawah, yaitu di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Perjuangan untuk menang itu adalah sebuah proses, dan penekanannya memang harus menang di TPS,” pungkasnya. ( bre suroto )
