Fokusjateng.com – Boyolali, – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program Pemerintah yang memberikan dampak positif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan asupan gizi kepada pelajar, balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Pelaksanaan program ini memperhatikan aspek kesehatan sebagai hal paling penting yang harus diprioritaskan. Sehingga seluruh aktifitas produksi tidak dapat mengesampingkan faktor kesehatan termasuk status kesehatan seluruh pegawai di SPPG agar kualitas produk MBG dapat terjamin mutunya. Oleh karena itu BPJS Kesehatan Cabang Boyolali turut mendukung Program MBG dengan cara memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam Program MBG telah memperoleh perlindugan jaminan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selanjutnya dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang Program JKN, BPJS Kesehatan Cabang Boyolali menggelar kegiatan sosialisasi kepada seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan seluruh Yayasan Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Boyolali melibatkan Ketua Satgas MBG dan Korwil BGN Kab. Boyolali, Selasa (26/05).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali, Deddy Febrianto menyampaikan bahwa Program MBG tentunya sangat bermanfaat dan bisa memberi dampak menyehatkan masyarakat, namun seluruh karyawan SPPG tentu juga harus sehat terlebih dahulu agar produksi MBG dapat benar-benar berkualitas dengan mutu terjamin.
“Kami berharap sinergi antara BPJS Kesehatan dengan Ketua Satgas MBG dan Korwil BGN di Kabupaten Boyolali dapat terus terjalin dengan baik dalam memastikan seluruh karyawan SPPG terlindungi jaminan kesehatan dengan terdaftar aktif sebagai Peserta JKN” tegas Deddy.
Deddy menyampaikan bahwa perlindungan jaminan kesehatan bagi relawan SPPG perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, mitra dan yayasan selaku pengelola dan penanggung jawab SPPG memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap tenaga relawan terlindungi dan terdaftar kepesertaan aktif dalam Program JKN agar memperoleh jaminan pelayanan Kesehatan termasuk didalamnya layanan screening kesehatan untuk pencegahan terhadap penyakit degeneratif bagi seluruh pihak yang terlibat dalam Program MBG.
” Kami berharap kedua program ini dapat berkolaborasi dengan baik sehingga tidak hanya menciptakan masyarakat yang sehat, tetapi juga mensejahterakan seluruh karyawan SPPG sehingga dapat memberikan rasa tenang dan aman, ” ujar Deddy.
Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali Mochhamat Syawalludin selaku Ketua Satgas MBG Kab. Boyolali, menegaskan bahwa sustainabilitas program MBG dapat diperloleh dengan menerapkan prinsip-prinsip environtment, social, dan governance (ESG). Prinsip governance termasuk kepatuhan dalam memastikan perlindungan jaminan kesehatan bagi seluruh karwayan SPPG.
“ Saya meminta kepada seluruh Yayasan maupun pengurus agar lebih serius dalam memperhatikan kesejahteraan pekerjanya. Jadi misal dalam pelaksanaan dan pengelolaan SPPG masih ada kendala silahkan sampaikan kepada saya agar kita cari solusinya secara bersama, jangan sampai pekerja tidak sejahtera menyebabkan pelayanannya tidak optimal, ” tegas Syawalludin.
Ia menyampaikan bahwa prinsip governance di SPPG tidak boleh diabaikan. Salah satunya kewajiban sesuai Undang – Undang, untuk mendaftarkan segenap pekerjanya agar terlindungi program JKN.
“ Kita harus memastikan seluruh pekerja SPPG memperoleh serta paham akan Kewajiban dan Hak perlindungan Kesehatan melalui program JKN, ” jelas Syawalludin.
Koordinator Wilayah Kabupaten Boyolali mitra SPPG, Rifani Arliana Utami, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang telah dilaksanakan. Ia mengaku kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman para relawan atau pekerja SPPG terkait Program JKN.
“ Kami mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan Cabang Boyolali yang telah mengadakan sosialisasi ini. Kami bersyukur karena relawan-relawan akhirnya memahami dan adanya pencerahan apa itu program JKN dari BPJS Kesehatan. Kami sangat mendukung program dari BPJS Kesehatan dan siap untuk bekerja sama dalam mendaftarkan relawan SPPG seluruh Kabupaten Boyolali agar status kepesertaan JKN tetap aktif, ” ungkap Rifani. ( Ist /**)
