Oleh: Marwan Arif Hidayat
Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Slamet Riyadi Surakarta.
Fokus Jateng -Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI) Kelompok 82 melaksanakan program kerja individu berupa “Sosialisasi Door to Door Digitalisasi UMKM Tempe Benguk melalui Optimalisasi Media Sosial, Branding Usaha, dan Pemanfaatan Google Maps”. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Marwan Arif Hidayat (23200514), Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Slamet Riyadi Surakarta.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya mendorong pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital guna memperluas jangkauan usaha. Pelaku UMKM tempe benguk di Desa Galeh dinilai memiliki potensi besar, namun masih menghadapi keterbatasan dalam hal pemasaran dan pengenalan usaha secara digital. Oleh karena itu, sosialisasi digitalisasi usaha menjadi salah satu langkah yang dipilih untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing dan memperluas pasar.
Kegiatan menyasar para pelaku usaha tempe benguk yang berada di wilayah kerja KKN Kelompok 82 UNISRI, Desa Galeh. Melalui kegiatan tersebut, para pelaku UMKM diajak untuk mengenal cara memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, membangun identitas usaha melalui branding yang menarik, serta mendaftarkan lokasi usahanya di Google Maps agar lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen.
Dalam penyampaian kegiatan, Marwan menjelaskan bahwa sosialisasi ini dilakukan secara door to door dengan mendatangi rumah maupun tempat produksi pelaku UMKM tempe benguk secara langsung. Pendekatan ini dipilih agar penyampaian materi lebih personal dan pelaku usaha dapat langsung mempraktikkan pendaftaran akun media sosial maupun Google Maps didampingi mahasiswa.
Beberapa tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini meliputi penjelasan mengenai pentingnya digitalisasi usaha di era sekarang, pendampingan pembuatan atau optimalisasi akun media sosial usaha, penyusunan konsep branding sederhana seperti logo dan kemasan yang lebih menarik, hingga pendaftaran titik lokasi usaha pada Google Maps. Pelaku UMKM juga diberikan penjelasan mengenai cara mengunggah foto produk dan menulis deskripsi usaha yang informatif.
Selain mendorong pemasaran yang lebih luas, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan diri pelaku UMKM dalam memasarkan produknya secara digital. Pelaku usaha diajak untuk memahami bahwa tempe benguk sebagai produk lokal khas daerah memiliki nilai jual yang dapat ditingkatkan melalui branding dan strategi pemasaran digital yang tepat.
Sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen, Marwan juga memberikan pemahaman bahwa strategi digitalisasi dan branding usaha merupakan salah satu pendekatan efektif untuk meningkatkan omzet dan keberlanjutan UMKM. Pendampingan yang dilakukan secara langsung dan bertahap diharapkan dapat membantu pelaku usaha memahami materi dengan lebih mudah sekaligus membentuk kebiasaan memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usahanya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan disambut antusias oleh warga. Para pelaku UMKM terlihat aktif bertanya seputar cara penggunaan media sosial serta pendaftaran Google Maps. Sebagian besar dari mereka menunjukkan rasa senang dan optimis terhadap peluang usahanya dapat lebih dikenal luas setelah mengikuti sosialisasi ini.
Antusiasme warga Desa Galeh terlihat dari keterbukaan mereka menerima kunjungan mahasiswa, mulai dari mendengarkan penjelasan, mempraktikkan langsung pembuatan akun, hingga menyelesaikan pendaftaran lokasi usaha. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga melatih pelaku UMKM untuk lebih percaya diri memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usahanya.
Kegiatan sosialisasi digitalisasi UMKM tempe benguk ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pelaku usaha, khususnya dalam meningkatkan jangkauan pemasaran, memperkuat identitas usaha, serta pemahaman akan pentingnya memanfaatkan teknologi digital secara bijak. Penerapan strategi digitalisasi ini diharapkan mampu menjadi bekal bagi pelaku UMKM untuk terus berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
Program kerja individu ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi ilmu yang diperoleh Marwan selama menempuh pendidikan di Program Studi Manajemen. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk memberikan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Desa Galeh.
Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 82 berharap edukasi digitalisasi UMKM melalui sosialisasi door to door ini dapat memberikan kesan dan manfaat yang berkelanjutan bagi pelaku usaha tempe benguk di Desa Galeh. Pengetahuan yang telah dibagikan diharapkan dapat terus diterapkan, sekaligus mendorong kemajuan usaha dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 82 dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui digitalisasi UMKM. Dengan adanya optimalisasi media sosial, branding usaha, dan pemanfaatan Google Maps, diharapkan dapat tercipta pelaku usaha yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga memiliki daya saing tinggi dalam mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. ( ist/***)
