Oleh: Alya Salwa Sahra dan Tsalatsi Adzanil Maghribi.
Mahasiswa Program Studi: Manajemen
Universitas Slamet Riyadi Surakarta
“Kalau nanti orang mencari usaha Bapak di Google, bisa langsung ketemu lokasinya,” ujar Mahasiswa KKN-PPM Unisri kepada salah satu pelaku UMKM Desa Suwatu.
Fokus Jateng – SRAGEN– Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta turut mendorong UMKM Desa Suwatu, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, untuk memanfaatkan teknologi digital. Melalui program kerja individu KKN Tahun Akademik 2025/2026, Alya Salwa Sahra dan Tsalatsi Adzanil Maghribi mendampingi pelaku UMKM mengenal dan memanfaatkan Google Business Profile, Google Maps, media sosial, serta desain promosi digital.
Pendampingan dilakukan secara langsung kepada tiga UMKM, yakni Budidaya Jamur Suwatu, Kedai De’Jiya, dan Tusuk Lidi Lumantri pada 28 dan 30 Juli 2026. Kegiatan diawali dengan observasi dan diskusi bersama pemilik usaha, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan informasi, pembuatan media sosial, dokumentasi produk dan lokasi, hingga penyusunan materi promosi.
Salah satu pendampingan dilakukan di Budidaya Jamur Suwatu bersama Bapak Istajib. Mahasiswa berdiskusi mengenai informasi usaha yang perlu dicantumkan pada profil digital agar lokasi dan usaha lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen.
“Usahanya sudah berjalan, Pak. Tinggal bagaimana supaya orang yang belum tahu bisa lebih mudah menemukan lokasi dan informasinya,” ujar mahasiswa saat menjelaskan manfaat digitalisasi usaha.
Selain Google Maps, pendampingan juga dilakukan di Kedai De’Jiya bersama Mbak Bella. Alya dan Tsalatsi terlebih dahulu meminta izin untuk membantu membuat titik lokasi usaha di Google Maps serta akun TikTok sebagai media promosi.
“Kami izin membantu membuat titik lokasi usaha Kedai De’Jiya di Google Maps dan membuat akun TikTok, Mbak, supaya kedainya bisa lebih mudah ditemukan dan dikenal masyarakat,” ujar Alya dan Tsalatsi.
Mendapat penjelasan tersebut, Mbak Bella memberikan respons positif terhadap pendampingan yang dilakukan mahasiswa.
“Iya, Mbak. Saya butuh untuk pembuatan akun media sosial dan titik lokasi usaha Kedai De’Jiya agar lebih dikenal oleh masyarakat luar,” ungkap Mbak Bella.
Pendampingan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan akun media sosial, pengumpulan informasi usaha, dokumentasi, serta pengenalan cara mengelola media digital secara sederhana. Mahasiswa berharap media sosial yang dibuat dapat dimanfaatkan secara rutin untuk memperkenalkan produk dan suasana Kedai De’Jiya kepada calon konsumen.
Sementara itu, mahasiswa juga mendatangi Tusuk Lidi Lumantri dan berdiskusi dengan Bapak Tri Yanto. Pembahasan berfokus pada informasi usaha serta dokumentasi yang dapat digunakan untuk memperkenalkan produk secara digital.
“Untuk fotonya nanti kita lengkapi juga dengan proses pembuatannya, Pak, supaya orang bisa tahu bagaimana produk ini dibuat,” kata Alya saat membahas kebutuhan dokumentasi.
Namun, proses dokumentasi tidak selalu berjalan mulus. Saat kunjungan, bahan baku untuk proses pembuatan tusuk lidi belum tersedia sehingga dokumentasi proses produksi belum dapat dilakukan secara maksimal. Alya dan Tsalatsi kemudian merencanakan kunjungan kembali untuk melengkapi dokumentasi tersebut.
Dalam pendampingan tersebut, mahasiswa tidak hanya membuatkan akun atau profil usaha, tetapi juga mengajarkan cara mengelolanya secara mandiri. Pemilik UMKM diperkenalkan dengan informasi penting seperti nama usaha, kategori usaha, lokasi, jam operasional, nomor kontak, deskripsi singkat, hingga foto produk.
Menurut Alya dan Tsalatsi, digitalisasi UMKM bukan hanya mengenai membuat akun media sosial atau menampilkan lokasi usaha di Google Maps. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah awal agar pelaku usaha di Desa Suwatu semakin terbiasa memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan produk dan menjangkau calon konsumen yang lebih luas.
Respons positif dari para pelaku UMKM menunjukkan adanya peluang bagi usaha di Desa Suwatu untuk berkembang melalui pemasaran digital. Ketertarikan terhadap Instagram, TikTok, dan pencarian lokasi melalui platform digital menjadi langkah awal untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap digitalisasi UMKM dapat terus dilanjutkan setelah program KKN berakhir. Pengelolaan media sosial secara rutin, pembaruan informasi usaha, serta pembuatan konten promosi secara berkala diharapkan mampu membantu UMKM Desa Suwatu semakin dikenal dan menjangkau konsumen yang lebih luas. ( ist/**)
