Kementerian Haji dan Umrah RI menggelar simulasi penggunaan dan distribusikan Kartu Nusuk di Asrama Haji Donohudan   

Fokus Jateng-BOYOLALI,-Kementerian Haji dan Umrah RI mendistribusikan Kartu Nusuk atau smart card sebelum jemaah bertolak ke Tanah Suci.

Sebagai langkah nyata, Kementerian Haji dan Umrah RI menggelar simulasi penggunaan dan pembagian Kartu Nusuk kepada 360 jemaah calon haji kloter 56 SOC asal Kabupaten Boyolali di Asrama Haji Donohudan, Jawa Tengah, pada Minggu 12 April 2026 siang.

Dirjen Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Ian Heriyawan, menegaskan bahwa kartu ini merupakan dokumen vital yang akan menjadi identitas tunggal bagi jemaah. “Sehingga nanti kartu Nusuk itu ya jadi kartu sakti di sana. Lah kalau enggak punya kartu Nusuk kan enggak bisa masuk Arafah, enggak bisa masuk haram. Ya pasti itu menghemat waktu sehingga proses-proses ke sana lancar,” katanya.

Dijelaskan, bahwa pada periode sebelumnya, pembagian kartu dilakukan di Arab Saudi dan seringkali mengalami kendala distribusi karena banyaknya jumlah syarikah yang terlibat.

“Kalau dulu kan ada di sana dan infonya mungkin ada yang terpisah karena kan banyak ya syarikahnya. Kalau sekarang kita berupaya, insyaallah karena SOC ini satu syarikah jadi lebih mudah secara sistem. Tinggal kami saja melayaninya, mohon doanya saja,” tambahnya.

Pelaksanaan simulasi dan distribusi kartu ini juga mendapat apresiasi tinggi terkait perubahan nomenklatur dan peningkatan layanan yang dilakukan oleh Kementerian Haji dan Umrah RI, dari Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI yang juga Ketua Panja Haji, Abdul Wachid.

“Ini satu tanda kemajuan pelayanan yang diberikan pada calon jemaah haji 2026 yang lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Terutama persoalan Nusuk ini kan satu kartu yang sangat dibutuhkan untuk masuk di Arab Saudi, baik itu masuk Masjidil Haram, Ar-Musna, termasuk juga masuk di Raudhah,” kata Abdul Wachid disela pengawasan sosialisasi.

Salah satu calon jemaah haji yang mengikuti simulasi, Lasini menyebut kebijakan baru ini memberikan ketenangan batin sebelum menginjakkan kaki di tanah suci. “Dengan adanya kartu Nusuk ini sekarang kan kita lebih tenang untuk kita langsung di Makkah gitu, kita sudah memegang identitas kita,” tutur Lasini.

Sebagai informasi Kartu Nusuk merupakan kartu pintar resmi yang berisi data profil jemaah, informasi medis, hingga jadwal keberangkatan ibadah. Dengan pembagian sejak di embarkasi, Kementerian Haji dan Umrah RI berharap jemaah bisa lebih fokus mempersiapkan fisik dan mental tanpa perlu mengkhawatirkan urusan administrasi setibanya di Arab Saudi. ( Yull/**(