Tak Perlu Panik Hadapi ‘El Nino Godzilla’, , Gubernur Jateng Himbau masyarakat Karanganyar  Segera Percepat Tanam dan Hemat Air!

FOKUAJATENG.COM, KARANGANYAR – Isu fenomena cuaca ekstrem “El Nino Godzilla” yang mengancam sektor pertanian belakangan ini memang bikin was-was. Namun, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta para petani di Jateng untuk tetap adem ayem dan tidak panik.

Pesan ini disampaikan langsung oleh Luthfi saat meninjau Embung Alastuo di Tasikmadu, Karanganyar, Rabu (8/4) siang. Menurutnya, pemerintah sudah menyiapkan “sabuk pengaman” agar dampak kekeringan tidak sampai memukul nasib petani.

“Sosialisasi sudah kita jalankan. Yang paling penting sekarang, petani tetap tenang. Jangan panik menghadapi kondisi ini,” ujar Luthfi dengan nada menyemangati.

Jurus ‘Macak-macak’ dan Percepat Tanam

Luthfi memberikan tips praktis bagi para pejuang pangan di lapangan. Selagi sumber air masih tersedia, ia meminta petani untuk bergerak cepat:

  • Gercep (Gerak Cepat): Segera percepat masa panen, olah tanah, dan langsung tanam kembali.

  • Hemat Air: Gunakan sistem pengairan berselang atau yang akrab disebut sistem macak-macak. Jangan boros air, gunakan seperlunya agar semua kebagian.

“Selagi masih ada air, segera percepat panen, olah tanah, dan tanam. Pengairan harus dilakukan secara hemat,” tegasnya.

Infrastruktur Air Digas Pol!

Bukan cuma kasih imbauan, Pemprov Jateng juga jor-joran membangun infrastruktur air. Tak tanggung-tanggung, kolaborasi pusat dan daerah telah menyiapkan:

  • 14 unit sumur dalam melalui dana kabupaten.

  • 40 unit irigasi perpompaan dan 11 unit irigasi perpipaan.

  • 9 embung baru dari dana pusat (APBN).

  • Perbaikan jaringan irigasi di tingkat sawah (JITUT) dan optimalisasi lahan.

Tak hanya itu, bantuan berupa mesin pompa, benih, pupuk, hingga pestisida juga dipercepat penyalurannya agar petani tidak kesulitan modal di tengah cuaca ekstrem.

Antisipasi Gagal Panen: Ada Asuransi!

Pemerintah juga sudah menyiapkan jaring pengaman jika kondisi terburuk terjadi. Bagi petani yang apes mengalami gagal tanam atau gagal panen akibat kekeringan, pemerintah telah menyiapkan skema asuransi pertanian.

Namun, Luthfi juga mengingatkan agar petani tetap disiplin. “Petani harus waspada dengan perubahan iklim. Ikuti jadwal tanam yang sudah diputuskan Bupati, jangan nekat tanam di luar jadwal,” pesannya.

Berkah Tersembunyi buat Petani Bawang

Meski terdengar menakutkan, El Nino ternyata membawa berkah tersendiri bagi sebagian petani. Luthfi menyebut, cuaca yang lebih kering justru sangat disukai tanaman hortikultura seperti bawang putih. Kondisi ini dipercaya bisa membuat hasil umbi bawang jadi lebih maksimal dan berkualitas.

Dengan persiapan yang matang dari hulu ke hilir, Pemprov Jateng optimistis urusan pangan tetap aman terkendali meski tantangan cuaca sedang tidak main-main. ( bre suroto )