Potensi Cuaca Ekstrem Masih Berlangsung, BPBD Boyolali Imbau Masyarakat Waspada 

Fokus Jateng-BOYOLALI,  – Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Rima Kusuma, mengimbau masyarakat untuk waspada potensi cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan deras, banjir hingga tanah longsor.

“Potensi yang dapat terjadi saat bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air,” katanya. Minggu 8 Maret 2026.

BPBD Boyolali juga mencatat sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak, seperti Selo, Cepogo, Gladagsari, Musuk, Karanggede hingga Klego, Andong, Nogosari dan Juwangi diprediksi terdampak bencana tanah longsor, akibat kombinasi hujan deras dan terjangan angin kencang.

“Masyarakat harus waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang maupun baliho roboh,” katanya.

Ia mengatakan imbauan ini disampaikan sebagai upaya untuk meminimalisir dampak bencana yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat hujan lebat disertai angin. Pohon besar atau ranting lebat sebaiknya dipangkas untuk mencegah tumbang,” ujarnya.

Menurut Rima, ada perbedaan potensi bencana di wilayah Boyolali atas dan wilayah Boyolali bawah.

“Perbedaan daerah atas dan bawah adalah , kalau daerah atas potensi bencana gunung meletus, tanah longsor dan angin, kalau daerah di bawah potensi bencana angin dan banjir.”

Dari hasil kajian yang dilakukan BPBD Boyolali, potensi bencana masih sama seperti tahun lalu. Hanya saja, durasi serta waktu musim penghujan  tahun ini akan berlangsung lebih lama dibanding tahun kemarin.

Rima menambahkan, masyarakat dapat memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seperti situs web, media sosial @infobmkg, atau aplikasi infoBMKG.

BPBD Boyolali juga akan terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam menghadapi cuaca ekstrem. Dengan kesadaran dan kesiapan masyarakat, diharapkan dampak bencana dapat diminimalisir,” pungkasnya. (yull/**)