Fokus Jateng-BOYOLALI,-Fondasi pilar Jembatan di Jalan Tape, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, mengkhawatirkan dan memerlukan penanganan. Mengingat jembatan itu merupakan jalur alternatif Boyolali-Klaten.
Kondisi ini salah satunya disebabkan tingginya curah hujan akibat cuaca ekstrem di wilayah selatan Kabupaten Boyolali hingga menyebabkan sungai di Jalan Tape banjir. Aliran sungai kemudian menggerus tanah bagian bawah salah satu fondasi jembatan hingga menyebabkan sebagian jembatan menggantung tanpa pondasi.
“Kami sudah melakukan pengecekan di lapangan hari Sabtu (7 Maret) kemarin. Tapi laporan rincinya belum selesai,” kata Kepala Bidang Bina Marga DPU PR Kabupaten Boyolali, Joko Prasetyo, saat dihubungi wartawan pada Minggu 8 Maret 2026.
Terkait hal tersebut, DPU PR berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Boyolali untuk melakukan pengalihan arus di jalan tersebut.
Petugas juga telah memasang garis pembatas disekitar lokasi, guna menghindari risiko kecelakaan. Selain itu, Dishub Boyolali telah menempatkan 2 unit rambu petunjuk jalan ditutup, yang diletakkan di pertigaan pertemuan Jalan Tape dengan Jalan Raden Mas Said, serta dari arah Museum R Hamong Wardoyo, dan 4 barier di beberapa titik, serta 6 barier di jembatan sendiri.
Menurut Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Boyolali, Ragil Pambudi, bahwa jalan tersebut ditutup sementara karena mengalami longsor akibat tergerus air. Penutupan ini berlaku untuk kendaraan roda 4 atau lebih karena dinilai membahayakan.
“Jembatan ini ditutup sementara karena longsor, dan kami telah menempatkan rambu-rambu penutupan jalan serta mengalihkan arus lalu lintas,” katanya.
Kendati demikian, penutupan tidak dilakukan total. Jalan masih memungkinkan warga sekitar untuk lewat asalkan tidak melewati jembatan.
Ia menambahkan, penutupan jalan setelah meninjau sekitar lokasi yang didekat jembatan berdiri pemukiman, showrom mobil, serta cafe.
“Penutupan ini diharapkan dapat menjaga keselamatan warga dan mencegah kecelakaan,” ucapnya. ( yull/**)
