Fokus Jateng-BOYOLALI,- Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), menyatakan pendakian di kawasan Gunung Merbabu Jawa Tengah dibuka mulai 9 Maret 2026 setelah sebelumnya ditutup selama 2 bulan akibat dampak cuaca ekstrem.
“Ya, jalur pendakian Taman Nasional Gunung Merbabu dibuka kembali mulai tanggal 9 Maret 2026,” ujar Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Anggit Haryoso, kepada wartawan.
Dalam keterangannya, setelah 2 bulan ditutup, BTNGMb mengeluarkan pengumuman dengan nomor : PG.01 /T.35/TU/HMS.01.08/B/02/2026 tentang pembukaan kembali jalur pendakian Taman Nasional Gunung Merbabu. Dikeluarkan pada 27 Februari 2026.
Pengumuman itu juga menyebut, pembukaan kembali jalur pendakian ini dalam rangka pengelolaan kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu, memperhatikan aspek keselamatan pengunjung dan kelestarian ekosistem. Serta mempertimbangkan hasil kesepakatan bersama mitra pengelola jalur pendakian.
Dijelaskan, dengan dibukanya jalur pendakian, setiap calon pendaki wajib melakukan booking online melalui laman resmi www.tngunungmerbabu.org. Seluruh pengunjung diwajibkan mematuhi protokol wisata pendakian serta menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.
Menurut Anggit, ada 4 jalur pendakian yang akan dibuka mulai Senin, tanggal 9 Maret 2026 pekan depan itu. Yakni jalur pendakian Selo (Boyolali), jalur pendakian Thekelan dan Cuntel (Kabupaten Semarang) serta jalur pendakian Suwanting (Kabupaten Magelang).
“Jalur Pendakian Wekas (di Kabupaten Magelang) dibuka mulai tanggal 16 Maret 2026,” jelas Anggit.
Untuk jalur pendakian Suwanting akan ditutup sementara lagi pada tanggal 19 sampai dengan 22 Maret 2026. Anggita mengatakan, penutupan sementara ini terkait dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran.
“Khusus suwanting mau merayakan Hari Raya Idul Fitri.” ( yull/**)
