Produsen Kue Kering Lebaran di Boyolali Kebanjiran Pesanan

Fokus Jateng-BOYOLALI,-Menjelang Hari Raya Idul Fitri, produsen kue Lebaran di Boyolali kebanjiran pesanan. Permintaan kue kering, yang biasa disajikan saat Lebaran, mengalami peningkatan signifikan.

Salah satu produsen yang mengalami lonjakan pesanan adalah Krisnawati, pemilik industri kue kering di Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak,. Dua pekan menjelang Lebaran, Ia mengaku menerima pesanan. Bahkan, saat ini pemesanan sudah ditutup saking banyaknya.

“Untuk mulai masuk orderan itu dari bulan Januari, sebenarnya Desember sudah banyak yang tanya. Sekarang sudah close order (tidak menerima pesanan),” kata Krisnawati, Sabtu 7 Maret 2026.

Beragam jenis kue kering diproduksi oleh Krisnawati dan lima karyawannya selama bulan Ramadan, antara lain bagiak, nastar, kastengel, palm cheese, serta banana cookies.

Untuk lebaran tahun ini, varian nastar klepon, menjadi pesanan terlaris. Kue tradisional yang biasanya memiliki tekstur kenyal, serta lumer didalam, disulapnya menjadi kue kering yang bisa tahan cukup lama.

“Karena unik, dan belum ada yang buat. Kalau isiannya tetap sama dengan nastar umumnya, pakai selai nanas,” tambahnya.

Periode Ramadhan tahun ini, Krisnawati bisa membuat hingga 2 ribu toples kue kering. Adapun harga pertoples bervariasi mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu, sementara paket hampers dibandrol mulai dari Rp 100 ribu per paket.

“Alhamdulillah, kue keringnya sekarang produksi 2 ribu toples. Untuk proses produksi ini kita mulainya dari awal bulan puasa, produksi nanti selama 3 minggu,” katanya.

Ia menambahkan, tidak hanya berasal dari dalam kota, pesanan juga datang dari wilayah Soloraya seperti Wonogiri, Karanganyar, Klaten. Bahkan banyak permintaan dari Jogja, Jawa Barat seperti Bogor, Bandung, serta Jakarta. ( yull/**)