FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Pagi yang dingin di Dusun Pabongan, Desa Berjo, seketika berubah menjadi penuh semangat gotong royong. Sejumlah personel Polsek Ngargoyoso tampak berbaur dengan warga dan relawan, menyingsingkan lengan baju untuk menyingkirkan material tanah yang menimbun salah satu rumah warga, Jumat (6/3/2026) pagi.
Aksi sigap ini merupakan bentuk empati kepolisian terhadap musibah yang menimpa Kariyo Suwignyo (74), seorang petani setempat yang bagian rumahnya rusak akibat hantaman tanah longsor pada Kamis malam.
Kronologi Kejadian
Hujan deras dengan durasi panjang yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngargoyoso pada Kamis (5/3) malam menjadi pemicu utama. Sekitar pukul 20.30 WIB, tebing setinggi 8 meter yang berada di belakang pemukiman warga tak kuat menahan beban air dan akhirnya luruh.
“Hujan berlangsung cukup lama, mengakibatkan tebing di belakang rumah warga longsor dan materialnya menimpa bagian kamar mandi milik Pak Kariyo,” ujar Kapolsek Ngargoyoso, AKP Suparjo, S.Sos.
Detail Kerusakan & Evakuasi
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materiil cukup terasa bagi pemilik rumah. Berikut adalah detail dampak longsoran tersebut:
-
Objek Terdampak: Kamar mandi (ukuran 6m x 3m x 2,5m) milik Kariyo Suwignyo.
-
Sumber Longsor: Tebing pekarangan milik Suharno (51) dengan lebar 10 meter.
-
Ketebalan Tanah: Material tanah mencapai ketebalan sekitar 2 meter.
Demi keamanan, proses evakuasi memang baru dilaksanakan pada Jumat pagi untuk menghindari risiko longsor susulan di tengah kegelapan malam.
Wujud Nyata “Polisi Hadir”
Dipimpin oleh Wakapolsek Ngargoyoso IPDA Agus Hermawan dan KSPKT III AIPDA Eko Prasetyo, SH, para personel kepolisian tidak canggung menggunakan cangkul dan alat seadanya untuk membantu warga.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk kepedulian. Kami ingin memastikan penanganan dampak bencana bisa lebih cepat, sehingga aktivitas warga bisa kembali normal,” tambah AKP Suparjo.
Imbauan untuk Masyarakat
Mengingat cuaca yang masih tidak menentu dan curah hujan yang diprediksi masih tinggi, pihak Polsek Ngargoyoso mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di dekat lereng atau tebing, untuk tetap waspada.
“Kami minta warga tetap berhati-hati. Jika ada tanda-tanda pergerakan tanah, segera lapor ke perangkat desa atau kepolisian terdekat agar bisa segera diantisipasi,” pungkasnya. ( rls/ bre )
